SULSEL, Cakrawalanews.net -
Ketua Umum Ikatan Keluarga Toraja (IKaT) Tana Luwu, Capt Yonathan Tambing, M.Mar angkat suara terkait usulan Yang Mulia Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau untuk mengajak Toraja gabung menjadi Provinsi Luwu Raya.
Yonathan pada media ini, Sabtu 24 Januari 2026 di kediamannya Palopo menjelaskan bahwa, Toraja dan Luwu tidak bisa dipisahkan. Karena, awalnya pernah menjadi satu kesatuan.
Lanjut, Ketua IKaT Tana Luwu menjelaskan bahwa, pada prinsipnya orang Toraja lebih suka kalau Luwu dan Toraja menjadi satu Provinsi. Karena dari segi kesejarahan, memang satu. Susah untuk dipisahkan baik dari budaya, bahasa, dan ikatan kekeluargaan masih sangat erat antara orang Toraja dan orang Luwu, baik di Bastem maupun di Rongkong serta Seko.
dari kesejarahannya Luwu dan Toraja itu tidak bisa dipisahkan.
“Saya sebagai salah satu orang Toraja yang sudah puluhan tahun menetap di Luwu sangat setuju jika Luwu dan Toraja jadi satu Provinsi. Karena, kesamaan budaya, politis dan kesejarahannya,” terangnya.
Ketua IKaT Tana Luwu, Capt Yonathan Tambing, M.Mar menambahkan sepakat jika Luwu dan Toraja menjadi Provinsi.
“Sudah dari dulu pernah diwacanakan dan Datu Luwu sangat sependapat jika Toraja masuk karena sejarahnya ada. Saya sangat sependapat kalau Luwu dan Toraja jadi satu provinsi karena sejarah dulu satu afdeling waktu Zaman Belanda. Dan secara budaya hampir kita satu dimana bahasa kan sama.
Masih Yonathan, jika nantinya Luwu dan Toraja menjadi Provinsi, tentu dari segi pemerintahan mendekatkan pelayanan ke masyarakat .
“Saat ini dari segi transportasi Toraja sudah punya Bandara di Luwu atau Bua. Lalu sarana jalan juga sudah ada tiga akses jalan yang tembus ke Luwu. Bisa lewat Bua Pantilang, jalan yang sudah lama dari Rantepao, Tondon ke Palopo, terus jalan Sa’dan ke Batusitanduk. Jadi, sudah tiga akses jalan yang bisa menghubungkan Luwu,” jelasnya.
***Megasari/Yustus


0 Komentar