Longsor PETI Ilegal di Onondowa Rampi Telan Korban Warga Bone Bone, Penegak Hukum Diminta Bertindak Segera


SULSEL||Cakrawalanews.net 

Longsor di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel), telan korban empat orang, 17 Januari 2026.

Ke empat korban yang merupakan warga Kecamatan Bone-Bone Lutra, satu meninggal dan tiga kritis di lokasi. sementara tiga korban dirawat di Rumah Sakit.

Korban yang meninggal bernama Rahmat (23) dan luka patah Wardi (31), Rian (31), mengalami kritis dan Arif (24) mengalami luka patah.

"Kejadian ini menunjukkan bahwa aktivitas PETI di Desa Onondowa menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu dapat meledak dan memakan korban," sebut Frans Aris Paelo, tokoh pemuda warga Desa Onondowa yang juga wartawan pada media ini, Minggu 18 Januari 2026.

Dia menjelaskan para penambang yang bekerja adalah warga yang terdesak secara ekonomi, namun justru dihadapkan pada kondisi kerja yang sangat berbahaya tanpa standar keselamatan yang memadai. Tidak ada pengawasan, tidak ada prosedur keselamatan, dan tidak ada jaminan perlindungan.

Menurut Frans yang lebih memprihatinkan, aktivitas tambang ilegal milik warga di Rampi terus beroperasi walaupun memakan korban jiwa. Dia mendesak penegak hukum, khususnya Kepolisian Resor Polres Luwu Utara, Kejaksaan Negeri, dan instansi terkait untuk melakukan tindak lanjut agar tidak ada lagi korban jiwa.

"Membiarkan aktivitas berbahaya ini terus berlanjut dengan dalih apapun adalah bentuk ketidakberpihakan kepada keselamatan jiwa manusia. Tidak boleh ada lagi korban yang jatuh karena kelalaian negara dalam menegakkan hukum dan melindungi warganya," sebutnya.

Sementara itu Ketua Bidang Humas Media Relawan Prabowo (Repro) DPD Luwu Utara, Y Bunga juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten Lutra dan Pemerintah Provinsi Sulsel untuk tidak hanya bersikap reaktif ketika korban berjatuhan, tetapi harus proaktif dalam mencegah tragedi serupa.

"Kami berharap tragedi Rampi menjadi titik balik bagi semua pihak untuk benar-benar serius dalam mengakhiri praktek PETI yang telah memakan korban. Biarkan ini menjadi longsor terakhir yang merenggut nyawa di Dusun Moale Desa Onondowa, Kecamatan Rampi," jelasnya.


Frans/Yustus

0 Komentar