Diduga Tak Sesuai Anggaran, Menu MBG di Rawagempol Wetan Disorot Wali Murid


KARAWANG
|| Cakrawalanews.net


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik. Kali ini, dugaan ketidaksesuaian antara nilai anggaran dan menu makanan yang diterima siswa mencuat di Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Awak media menemukan indikasi bahwa menu MBG yang disajikan kepada siswa diduga tidak mencapai nilai Rp10.000 per porsi, sebagaimana anggaran yang selama ini dipahami publik. Temuan tersebut didasarkan pada perbandingan harga bahan pokok di pasaran yang dinilai tidak sebanding dengan makanan yang dibagikan kepada siswa, Sabtu (18/01/2026).

Seorang wali murid di SDN Rawagempol Wetan 1, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan kekecewaannya setelah melihat langsung menu yang diterima anaknya.

“Saya lihat langsung makanan yang dibagikan ke anak saya. Kalau dihitung dari bahan-bahannya, jelas tidak sampai sepuluh ribu. Program ini seharusnya benar-benar memperhatikan kualitas dan keseimbangan gizi anak-anak, bukan sekadar formalitas,” ujarnya dengan nada kecewa.

Untuk menelusuri hal tersebut, awak media menghubungi Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Cilamaya Wetan sekaligus Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Rawagempol Wetan, berinisial D.
Ia menjelaskan bahwa nilai anggaran MBG berbeda berdasarkan jenjang pendidikan.

“Untuk menu MBG dari PAUD atau TK sampai SD kelas 1, 2, dan 3, anggarannya Rp8.000 per porsi. Sedangkan untuk SD kelas 4, 5, dan 6, serta SMP dan SMA, anggarannya Rp10.000 per porsi,” jelasnya.

Lebih lanjut, inisial D juga menyampaikan bahwa di Kecamatan Cilamaya Wetan terdapat 13 dapur SPPG, dengan rincian 9 dapur sudah beroperasi dan 4 dapur masih dalam proses, meskipun kepala dapur telah ditunjuk.

Sementara itu, SPPG Desa Rawagempol Wetan sendiri melayani 7 sekolah mulai dari jenjang PAUD/TK hingga SMP dan SMK, dengan total produksi mencapai sekitar 3.500 porsi MBG per hari.

Meski demikian, perbedaan informasi terkait nilai anggaran tersebut justru memunculkan dugaan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan Program MBG di wilayah tersebut. Masyarakat pun berharap adanya evaluasi menyeluruh dan audit terbuka terhadap penyedia MBG yang bekerja sama dengan dapur-dapur SPPG, khususnya di Kecamatan Cilamaya Wetan.

Warga juga meminta Dinas Pendidikan serta Badan Gizi Nasional (BGN) turun tangan langsung untuk memastikan program nasional tersebut benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah secara layak, sehat, dan berkeadilan.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih berupaya memperoleh kejelasan terkait koordinator wilayah (Korwil) SPPG tingkat Kabupaten Karawang. Namun, Kepala Dapur SPPG Desa Rawagempol Wetan, inisial D, mengaku tidak mengetahui siapa Korwil Kabupaten Karawang yang dimaksud.

@di

0 Komentar