SULSEL, Cakrawalanews.net -
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan kembali mengungkap jaringan peredaran gelap narkoba jenis sabu-sabu yang diduga terhubung hingga luar daerah menggunakan modus penjualan digital dengan sistem tempel paket di berbagai titik. 10 orang terduga pelaku di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara berhasil ditangkap.
![]() |
| Kepala BNNK Tana Toraja AKBP Ustim Pangarian |
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja, AKBP Ustim Pangarian mengatakan bahwa pengungkapan jaringan ini diduga memiliki keterkaitan dengan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Bollangi, Kabupaten Gowa.
Ia menyebut pengungkapan narkoba bermula dari laporan masyarakat tentang adanya peredaran gelap narkoba jenis sabu-sabu di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara yang diduga terhubung hingga luar daerah dengan modus penjualan digital menggunakan sistem tempel paket di berbagai titik melalui media komunikasi instagram.
"Berawal dari laporan masyarakat. Tapi memang sudah lama juga kita pantau jaringan ini, karena memang besar jaringan ini. ltu dia punya alat-alat yang kita ambil, itu dia nempel dalam satu hari itu bisa 200 sampai 300," jelas Ustim Pangarian, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (27/3/2026).
Lebih lanjut, AKBP Ustim Pangarian menjelaskan
bahwa berdasarkan laporan itu, pihaknya melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan diperoleh data dan
jaringan para pelaku peredaran narkoba ini. Tim BNNK Tana Toraja dan BNNP Sulsel pun bergerak melakukan observasi lapangan selama empat hari, dimulai sejak Senin (23/3/2026) hingga Kamis (26/3/2026), tim berhasil mengamankan 10 orang terduga pelaku.
Dari 10 orang ini, satu diantaranya berinisial K, seorang perempuan muda yang diketahui sebagai tenaga kontrak di kantor Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja. Meski saat penangkapan terhadap K tidak ditemukan barang bukti, hasil tes menunjukkan yang bersangkutan positif menggunakan narkotika.
Selain itu, sebut Ustim, petugas menemukan riwayat komunikasi dengan jaringan bandar yang berada di dalam lapas, sehingga K diduga masuk dalam jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas Narkotika Bollangi, Sungguminasa, Kabupaten Gowa.
"Bandarnya itu di Lapas Bollangi, 10 kita ambil, jaringan itu. Tapi kemungkinan besar tidak semuanya masuk, karena ada yang memang yang pembeli saja, itu juga nanti pendalaman. Kalau memang masuk
dalam jaringan ini, kita akan proses hukum lebih lanjut," ungkap Ustim.
Saat ini, 7 orang telah dikirim ke BNNP Sulawesi Selatan pada 26 Maret 2026 untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. Sementara 3 orang lainnya masih menjalani pendalaman di Kantor BNNK Tana Toraja.
Ustim mengungkapkan, bahwa modus operandi yang digunakan tergolong baru, para pelaku menjalankan aksinya melakukan penjualan melalui akun media sosial Instagram. Setelah transaksi, paket narkoba ditempel di 14 titik berbeda di Toraja. Metode ini dikenal dengan sistem tempel. Sebanyak 20 paket disebut telah disiapkan dalam rencana distribusi.
"Semua ini main instagram, jadi agak sulit kita. Kalau kita tidak serius menangani kasus ini, susah kita dapat, karena main Instagram, bukan COD. Jadi kita harus mainkan Instagram terus untuk pantau mereka," urai Ustim.
Lebih lanjut, Ustim menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku penyalahgunaan narkotika, tanpa memandang latar belakang institusi.
“Mau dalam rumah ibadah, sekolah, kedinasan, bahkan dalam tubuh BNN sekalipun jika terbukti maka kami akan beri pelajaran,” jelasnya.
Hingga saat ini, BNN Tana Toraja masih terus melakukan pengembangan untuk memantau peredaran dari jaringan yang disebut masih memiliki beberapa titik peredaran di wilayah Toraja.
"Kiita masih mau kembangkan lagi. Kalau yang di Lapas Bolangi itu sudah jelas. Kita mau kembangkan lagi ini dengan prediksi kuda-kuda yang lain kalau masih ada. Kudanya kita ambil, pa' tempel-tempelnya juga kita sudah ambil dan kemarin ada satu tambahan tempelan lagi kita ambil, berarti sudah ada 14 tempelan yang sudah kita amankan dari lokasi yang sudah ditempel. Kita kumpul lagi kembali. Jadi ada 14 dari kemarin dari satu orang ini 20 titik," pungkasnya.
***Yusfalss


0 Komentar