Lunang, Cakrawalanews.net
Suasana Hari Raya Idulfitri di wilayah Lunang, Pesisir Selatan, terasa semakin istimewa dengan digelarnya tradisi tahunan Lebaran Megedang. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momen yang paling dinanti oleh masyarakat setempat untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus melestarikan adat budaya leluhur minggu (22-03-2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang luar biasa. Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai kalangan—mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga kaum ibu yang mengenakan busana muslim warna-warni—telah berkumpul di area terbuka yang disulap menjadi tempat pertemuan yang asri di bawah naungan tenda putih dan rindangnya pohon kelapa.
Inti dari acara Megedang ini adalah makan bersama secara lesehan. Berbagai hidangan khas lebaran disajikan secara berderet, di mana warga duduk melingkar tanpa sekat sosial. Tradisi ini bukan sekadar urusan mengisi perut, melainkan simbol kerukunan (guyub) dan kesetaraan antar sesama warga Lunang.
"Lebaran Megedang ini adalah ruh dari kebersamaan kami di Lunang. Di sini tidak ada jarak, semua duduk sama rendah untuk mensyukuri kemenangan setelah sebulan berpuasa," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Meskipun cuaca cukup terik, suasana tetap terasa sejuk berkat kebersamaan yang hangat. Di bawah tenda-tenda besar, warga tampak bercengkrama dengan akrab. Sambil menikmati hidangan, terdengar sayup-sayup sambutan dari pemuka masyarakat yang mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antar tetangga dan menjaga kelestarian adat istiadat di tengah gempuran zaman modern.
Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama dan tradisi bersalam-salaman (mushafahah) yang melibatkan seluruh warga yang hadir. Dengan suksesnya penyelenggaraan Lebaran Megedang tahun ini, masyarakat berharap tradisi ini akan terus terjaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas budaya Lunang yang membanggakan.
Nesita

0 Komentar