Tiga Pos Ketupat di Lutra Diisi 18 Tenaga Medis


SULSEL||Cakrawalanews.net 

Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiapkan pos kesehatan di empat lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan selama masa arus mudik dan libur Lebaran 2026.

Pos kesehatan disiagakan di 3 (tiga) titik jalur Trans Sulawesi. Lokasi tersebut  yakni, Pos Terpadu Masamba Affair disiapkan 6 orang 2 shift dari PSC 119 dari Puskesmas Masamba, di Pos PAM jembatan Bone-Bone dari Puskesmas Bone-Bone dan Tana Lili 6 orang 2 shift, di Pos PAM Tugu Durian Sabbang dari Puskesmas Sabbang, Sabbang Selatan dan Baebunta. Selama 13 hari operasi ketupat Dinas Kesehatan menyiapkan 18 tim medisnya.

Hal tersebut disampaikan Abdul Wahid Kepala Dinas Kesehatan Lutra paea media ini, Rabu 18 Maret 2026 bahwa dengan penempatan petugas kesehatan yang siap melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat selama masa angkutan lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Lutra mengatakan bahwa, fasilitas tersebut disiapkan untuk memastikan pengemudi angkutan umum maupun pemudik dalam kondisi sehat dan aman selama  perjalanan.

“Pos kesehatan tersebut diisi dokter, perawat, serta tenaga pendukung lainnya ysng akan bekerja secara bergantian atau shift dan difokuskan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pengemudi mobil dan awak kendaraan serta pengemudi roda dua serta memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar zabdul Wahid.

Ia menyampaikan, pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi penting dilakukan untuk memastikan kondisi fisik mereka layak mengemudi.

Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi meliputi pengisian skrining mandiri yang mencakup berbagai faktor risiko kesehatan seperti aktivitas merokok, aktivitas fisik, tuberkulosis, kesehatan jiwa, penyakit hati, faktor risiko kanker, status gizi, hipertensi, diabetes, penyakit kulit, penyakit paru obstruktif kronik, serta kanker paru.

Selain itu dilakukan pula pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah serta gula darah sewaktu. Petugas kesehatan juga melakukan anamnesa atau wawancara terkait kemungkinan penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru, serta penyakit kulit.

Abdul Wahid mengatakan bahwa, pengemudi juga akan mendapatkan konseling dan edukasi kesehatan dari petugas medis. Sebagai bagian dari pemeriksaan kelaikan berkendara, dilakukan pula pemeriksaan narkoba, alkohol respirasi untuk memastikan pengemudi benar dalam kondisi sehat dalam bertugas dan menegaskan, apabila ditemukan gangguan kesehatan yang berpotensi membahayakan perjalanan, pengemudi tidak diperkenankan membawa kendaraan terlebih dahulu.

“Kalau dia ada gangguan kesehatan, misalnya dalam pengaruh alkohol atau ada penyakit seperti hipertensi atau diabetes yang membahayakan, maka dia dilarang untuk mengemudi lebih dahulu,” sebutnya.

Pos kesehatan tidak hanya diperuntukkan bagi pengemudi dan awak bus, tetapi juga terbuka bagi masyarakat maupun penumpang yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Kalau pos kesehatan, kita buka untuk semua yang membutuhkan layanan kesehatan pada saat itu. Tapi pemeriksaan kesehatan kita fokuskan pada pengemudi yang akan membawa mobil,” tandasnya.


***Megasari/Yusfalls

0 Komentar