KARAWANG , Cakrawalanews
Proyek rehabilitasi Jembatan Segaran-Pulo Putri di Kecamatan Batujaya, Karawang, tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, sampai akhir Februari 2026 pekerjaan fisik dinilai oleh berbagai pihak dan masyarakat setempat belum selesai.
Proyek yang menelan nilai kontrak sebesar Rp1.980.000.000 tersebut menimbulkan pertanyaan di masyarakat terkait progres pekerjaan yang belum selesai akan tetapi sudah ditinggal oleh para pekerja seperti yang terlihat dilokasi jembatan ada beberapa poin-poin yang belum terselesaikan, seperti oprit dan tembok pinggir jembatan untuk pengamanan keselamatan pengguna jalan.
Menanggapi dinamika di lapangan, pihak pelaksana dari CV Artha Gemilang Arisentosa memberikan klarifikasi resmi. Perwakilan perusahaan menegaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara penyelesaian item kontrak tahun anggaran 2025 dengan kondisi fisik bangunan secara utuh.
"Secara fisik di lapangan memang belum selesai 100 persen, tetapi secara kontrak tahun 2025 kami sudah menyelesaikan seluruh item yang disepakati," ujar perwakilan CV Artha Gemilang Arisentosa kepada awak media.
Pihak pelaksana menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh adanya perubahan desain fundamental di tengah masa pengerjaan. Berdasarkan evaluasi teknis terkini, rencana awal yang hanya berupa pelebaran jembatan dinilai tidak lagi memadai.
"Rencana awal proyek ini hanyalah pelebaran jembatan. Namun, setelah meninjau situasi terkini dan kelayakan jembatan eksisting, diputuskan untuk melakukan penggantian keseluruhan struktur jembatan demi keamanan jangka panjang," tambahnya.
Perubahan dari sekadar pelebaran menjadi pembangunan ulang total (total rebuild) berdampak pada membengkaknya kebutuhan anggaran yang melampaui plafon tahun 2025. Hal ini menyebabkan adanya pembagian tahapan pengerjaan.
Berikut adalah poin utama perubahan status proyek:
Rencana Awal: Pelebaran struktur jembatan lama.
Revisi Desain: Pembangunan ulang jembatan secara total untuk menjamin kelayakan dan keamanan pengguna jalan.
Status Kontrak: Item pekerjaan untuk tahun anggaran 2025 dinyatakan tuntas 100%, sementara sisa pengerjaan fisik dialokasikan pada tahun anggaran 2026.
Yans

0 Komentar