Sukabumi Cakrawalanews .net
Warga di wilayah Kabupaten Sukabumi mengeluhkan maraknya praktik bank emok atau bank keliling yang dinilai semakin meresahkan dan memicu permasalahan serius di dalam keluarga peminjam.
Sejumlah warga menyebut, sistem setoran mingguan dengan bunga tinggi membuat beban utang cepat membengkak. Kondisi tersebut sering berujung pada pertengkaran dalam rumah tangga, tekanan psikologis,
hingga terganggunya kebutuhan pokok keluarga.
Penagihan yang dilakukan secara langsung ke rumah juga dinilai menimbulkan rasa malu dan ketidaknyamanan,
baik bagi peminjam maupun anggota keluarganya.
Warga berharap pemerintah desa dan instansi terkait dapat memberikan perhatian serius, melakukan pembinaan, serta mengarahkan masyarakat agar menggunakan layanan keuangan resmi yang berada di bawah pengawasan
Otoritas Jasa Keuangan, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang di tengah masyarakat.
salah satu narasumber yang enggan di sebutkan nama nya menjelaskan..
bahwa sering terjadi cekcok rumah tangga di karnakan bank emok
ada salah satu peminjem konsumen yang mengajukan pinjeman tanpa sepengetahuan suaminya.
biasa nya pinjemen di bank emok itu perkelompok 10/15 anggota yang meminjam .
(Iwan .S)

0 Komentar