SEMARANG|| Cakrawalanews.net
Sejumlah pedagang Shopping Center Johar, Kota Semarang, mengeluhkan hilangnya hak kepemilikan lapak yang diduga kuat melibatkan oknum aparat penertiban (Trantib) Dinas Perdagangan Kota Semarang. Nama Much. Rois Bahrodi, yang diketahui menjabat sebagai Kasi Trantib Disdag Kota Semarang, mencuat dalam berbagai perbincangan dan keluhan pedagang.
Menurut keterangan beberapa pedagang yang enggan disebutkan identitasnya, hilangnya tiga lapak strategis di area depan Shopping Center Johar diduga disengaja agar dapat dialihkan atau diperjualbelikan kembali. Lapak tersebut disebut-sebut merupakan milik seorang pedagang bernama Budi (nama samaran), yang selama ini diyakini sebagai pemilik sah, yang sudah mendapat sesuai aturan berlaku dari paguyuban.
Dalam prosesnya, muncul inisial D( didik) yang oleh pedagang diduga berperan sebagai perusak atau pihak suruhan, sehingga pemilik lama tidak lagi dapat menempati lapak tersebut. Dugaan ini awalnya beredar sebagai asumsi di kalangan pedagang, namun seiring waktu, tidak adanya klarifikasi dari pihak terkait justru memperkuat kecurigaan tersebut.kami sudah mendengar D itu sebagai perusak, dan yang kami dengar dari pedagang ada salah satu anggota pedagang yang difitnah memakai uang, padahal bukti transferan lengkap dan anda, ungkap fitri(nama samaran)
“Kalau sudah dengar nama Rois, kami tidak berani bicara panjang. Yang terucap cuma satu kata: maling,” ujar salah satu pedagang Johar Bumbon dengan nada kesal.
Pedagang lainnya mengungkapkan adanya pola yang meresahkan, di mana lapak yang tidak segera dibuka atau berada di lokasi strategis disebut berpotensi “disikat” atau diambil alih. Kondisi ini membuat pedagang lain merasa was-was dan bingung, karena tidak ada kejelasan mekanisme resmi dari Dinas Perdagangan.
Seorang pedagang lain berinisial Rafi (nama samaran) membenarkan bahwa isu tersebut telah lama beredar di lingkungan pasar.
“Cerita seperti ini sudah lama kami dengar. Katanya memang orangnya seperti itu, sering menyalahkan pedagang, bahkan pernah terdengar bersikap tidak pantas terhadap perempuan. Dulu juga sempat ramai kabar soal minuman keras dari pegawai dinas pasar,” ungkapnya.
Kabar bahwa yang bersangkutan akan segera memasuki masa pensiun justru disambut lega oleh sebagian pedagang.
“Alhamdulillah kalau benar mau pensiun. Selalu bikin masalah, kalau tidak dengan pedagang, ya dengan perempuan,” ujar salah satu pedagang yang ikut nimbrung saat awak media menggali informasi.
Pedagang berharap Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, dapat turun tangan dan memberikan kejelasan serta angin segar bagi pedagang Johar, khususnya terkait dugaan penjualan lapak yang dianggap mutlak milik pedagang. Mereka menilai dalam kasus ini terdapat indikasi manipulasi data yang dilakukan oleh oknum di lingkungan Dinas Perdagangan, khususnya saat Much. Rois Bahrodi diperbantukan dalam penataan Unit E Pandawa.
Hingga berita ini diturunkan, Much. Rois Bahrodi maupun pihak Dinas Perdagangan Kota Semarang belum memberikan klarifikasi resmi atas berbagai tudingan yang beredar di kalangan pedagang.
Bagas

0 Komentar