Singkawang cakrawalanews.net
Puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Singkawang, mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi makanan bergizi gratis yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada hari Kamis, 5 Februari 2026.
Siswa yang mengalami gejala keracunan harus dievakuasi ke beberapa rumah sakit dan pusat pelayanan kesehatan di kota Singkawang.
Gejala keracunan terjadi sekitar jam 13.00 WIB, setelah 1jam siswa mengkonsumsi makanan bergizi gratis yang disediakan oleh SPPG. Para siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare. Salah satu siswi yang menjadi korban keracunan mengatakan bahwa makanan yang dikonsumsinya terasa basi dan berubah rasa.
Dari Pihak rumah sakit Sa’adah menurunkan tim investigasi untuk mengidentifikasi penyebab keracunan makanan ini. Hingga berita ini diturunkan, pihak rumah sakit masih melakukan penyelidikan dan penelitian di lab kesehatan untuk menentukan zat atau bakteri yang menyebabkan keracunan.
Setelah mewawancarai Pihak sekolah MAN Model Singkawang
Beberapa siswa/siswi yang kami wawancarai membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan bahwa ada 80 siswa yang mengalami gejala keracunan, termasuk 2 guru pengajar. Sementara itu, pihak SPPG terkesan tidak kooperatif dan tidak terbuka kepada pihak MEDIA Saat berkunjung ke Dapur Makanan Gizi Gratis (MBG).
Dari pantauan di lapangan, pihak SPPG tidak memperhatikan dan tidak mengutamakan kebersihan dan keamanan lingkungan. Limbah makanan dibuang di parit saluran masyarakat tepatnya di depan kantor (MBG) Tersebut, sehingga menimbulkan aroma busuk dan meresah kan warga sekitar.
Akibat Pengabaian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh SPPG akan mengakibatkan berbagai ancaman serius, baik dari hukum, lingkungan, ataupun kelanjutan usaha tersebut. Pihak pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa SPPG mematuhi regulasi lingkungan yang berlaku dan memenuhi syarat dan sesuai standar.
Terjadinya kasus keracunan makanan di sekolahan MAN Model Singkawang ini menunjukkan bahwa pihak SPPG belum memenuhi standar kebersihan, keamanan makanan yang baik dan tidak tepat waktu untuk jadwal pembagian Makanan Gizi Gratis (MBG), Adanya keterlambatan pembagian Makanan Gizi Gratis (MBG) Salah satu penyebab membuat makanan berbau atau basi, Pihak pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa SPPG mematuhi regulasi lingkungan yang berlaku. Selain itu, pihak sekolah juga harus memeriksa dan menguji makanan tersebut layak di konsumsi atau tidak untuk siswa/siswi agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.
Pihak sekolah harus meningkatkan pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi oleh siswa.
DRH


0 Komentar