PALEMBANG || Cakrawalanews.net
Upaya pencegahan bencana kebakaran berbasis partisipasi masyarakat terus diperkuat. PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) membangun Posko Kampung Siaga Bencana di wilayah rawan kebakaran di Kota Palembang, dilaksanakan Jl. Pantai Musi RT. 34 RW. 07 Kelurahan 9/10 Ulu Kecamatan Jakabaring Kota Palembang.
Posko tersebut diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk dikelola dan dimanfaatkan sebagai sarana kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran. Keberadaan posko diharapkan mampu mencegah api kecil berkembang menjadi kebakaran besar yang dapat menimbulkan kerugian materi maupun korban jiwa,senin (09/02/2026).
“yang diwawancai oleh awak media Tidak ada seorang pun yang menginginkan musibah. Tapi paling tidak kita menyiapkan antisipasi. Api itu kalau masih kecil bisa kita lawan, kalau sudah besar jadi lawan kita. Dengan adanya posko ini, masyarakat bisa bergerak cepat sebelum kebakaran meluas,” ujar Hendri Irawan, Manajer Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UID Sumatera Bagian Selatan.
Ia menegaskan, posko ini menjadi sarana agar masyarakat dapat saling membantu, baik tetangga, keluarga, maupun lingkungan sekitar, saat terjadi kondisi darurat. Kecepatan respons dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana.
Hendri menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan Kampung Siaga Bencana ini. Menurutnya, PLN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial PLN. Kami berkoordinasi dengan BPBD Kota Palembang serta Dinas Pemadam Kebakaran untuk menentukan lokasi yang benar-benar rawan kebakaran. Setelah dilakukan survei dan identifikasi, barulah kami mengusulkan anggaran ke kantor pusat hingga program ini bisa direalisasikan,” jelasnya.
Selain pembangunan posko, PLN juga memberikan bantuan peralatan pemadam kebakaran, serta menggelar edukasi, simulasi, dan pelatihan kesiapsiagaan bencana kepada warga. Dengan pelatihan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menangani kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
“Tujuan utamanya adalah pencegahan. Masyarakat perlu tahu faktor-faktor penyebab kebakaran dan bagaimana cara menanganinya sejak dini. Pengetahuan ini diharapkan bisa disebarluaskan ke keluarga dan lingkungan sekitar,” tambah Hendri.
Ke depan, PLN berharap program Kampung Siaga Bencana tidak hanya berhenti di satu lokasi, tetapi dapat diperluas ke kelurahan lain yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi, baik melalui PLN maupun BUMD lainnya melalui program TJSL.
“Mudah-mudahan program ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
A.Syafei

0 Komentar