GMNI Karawang Kutuk Kelalaian Pemerintah Pusat, TerkaitPolemik Jalan Nasional Pantura Cikampek–Jatisari Kembali Makan Korban,

 

KARAWANG | cakrawalanews. net

Kerusakan parah jalan nasional Pantura ruas Cikampek–Jatisari kembali menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas. Kondisi jalan yang berlubang dan rusak berat, namun belum mendapat penanganan cepat, menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat. Situasi ini memicu polemik publik dan menegaskan kelalaian pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, dalam menjamin keamanan infrastruktur nasional.

Jeje Zaenudin, Ketua DPK GMNI Universitas Buana Perjuangan Karawang, menyampaikan bahwa dirinya menyaksikan langsung kecelakaan di fly over Cikampek pada Selasa, 17 Februari 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.

“Saya menyaksikan langsung seorang pengendara terjatuh akibat kondisi jalan yang rusak parah. Korban merupakan warga asal Tegal yang sedang dalam perjalanan pulang kampung dari Jakarta. Saya sebagai Ketua DPK GMNI langsung membantu korban di lokasi kejadian,” ujar Jeje Zaenudin.

Lebih lanjut, Jeje Zaenudin mengungkapkan keprihatinannya terhadap buruknya kesiapsiagaan layanan kesehatan di wilayah Cikampek. Saat berupaya mencari bantuan medis, beberapa rumah sakit diketahui tidak menyediakan ambulans siaga, dengan alasan tidak adanya sopir 24 jam dan berbagai alasan lainnya.

“Ini sangat memprihatinkan. Di kawasan strategis nasional seperti Cikampek, justru tidak ada ambulans yang siap siaga. Hanya RS Karya Husada yang bersedia menerima dan membantu korban,” ucapnya

Menurutnya, peristiwa ini menunjukkan kegagalan negara secara menyeluruh. Kerusakan jalan nasional yang dibiarkan berlarut-larut serta lemahnya sistem layanan darurat kesehatan merupakan bentuk kelalaian nyata terhadap keselamatan rakyat.

“Saya, Jeje Zaenudin, Ketua DPK GMNI Universitas Buana Perjuangan Karawang, mengutuk keras pemerintah pusat yang lalai dalam menyikapi polemik jalan nasional Pantura Cikampek–Jatisari. Jalan rusak ini sudah berulang kali memakan korban, namun tidak ada perbaikan cepat dan serius. Nyawa rakyat seolah dianggap sepele,” tegasnya.

DPK GMNI Universitas Buana Perjuangan Karawang menuntut pemerintah pusat untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh jalan nasional Pantura Cikampek–Jatisari, melakukan evaluasi dan audit terhadap pihak-pihak terkait, serta memastikan seluruh rumah sakit di wilayah Cikampek memiliki ambulans siaga 24 jam.

“Jika kelalaian ini terus dibiarkan, maka polemik ini bukan lagi sekadar persoalan infrastruktur, tetapi sudah menjadi kejahatan struktural terhadap keselamatan rakyat,” tutup Jeje Zaenudin.


@di

0 Komentar