Singkawang, Cakrawalanews.net
Dapur SPPG yang terletak di jalan Pinang Bukit Batu singkawang tengah terindikasi Instalasi Pengolahan Limbah nya Tidak sesuai dengan Juklak Juknis yang telah di tentukan oleh standar pemerintah, pasalnya di saluran got dekat dapur MBG tersebut terlihat genangan air yang tercampur dengan limbah hasil pembuangan dapur SPPG tersebut.
Secara teknis jelas Dapur MBG harus mempunyai sistem IPAL sebagai berikut:
IPAL MBG (Instalasi Pengolahan Air Limbah Makan Bergizi Gratis) adalah sistem pengolahan limbah cair khusus yang dirancang untuk dapur program Makan Bergizi Gratis. Sistem ini mengolah limbah cair (greywater), lemak, dan sisa makanan dari dapur sekolah/fasilitas umum agar memenuhi baku mutu lingkungan, tidak berbau, dan aman sebelum dibuang.
Berikut adalah poin penting mengenai IPAL MBG:
Fungsi Utama: Memisahkan lemak/minyak (grease trap) dan menguraikan bahan organik tinggi dari aktivitas memasak intensif.
Teknologi: Menggunakan kombinasi pengolahan fisik (pengendapan) dan biologis (aerob-anaerob) untuk mengolah air limbah.
Material: Umumnya terbuat dari Fiberglass (FRP) yang tahan korosi, modular, dan mudah dipasang.
Tujuan: Mencegah pencemaran lingkungan, mencegah penyumbatan selokan oleh lemak, dan mendukung sanitasi dapur yang higienis.
Sistem ini sangat penting untuk dapur yang memproduksi makanan dalam skala besar guna memastikan kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Dengan adanya penampakan di saluran got yang penuh dengan limbah MBG, besar kemungkinan dalam pembuatan dapur tersebut pengolahan air limbah nya tidak sesuai standar, dan Badan Gizi Nasional harus mengambil tindakan tegas untuk menghentikan segala kegiatan di dapur SPPG yang di duga IPAL nya tidak sesuai standar tersebut, agar kebersihan, serta kualitas makanan terjamin.
Terjadinya kasus keracunan makanan di sekolahan MAN Model Singkawang ini menunjukkan bahwa pihak SPPG belum memenuhi standar kebersihan, keamanan makanan yang baik dan tidak tepat waktu untuk jadwal pembagian Makanan Gizi Gratis (MBG), Adanya keterlambatan pembagian Makanan Gizi Gratis (MBG) Salah satu penyebab membuat makanan berbau atau basi, Pihak pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa SPPG mematuhi regulasi lingkungan yang berlaku.
Adapun Peristiwa Murid Keracunan harus menjadi pelajaran bagi SPPG yang lain agar lebih teliti serta menjaga kualitas makanan yang di sajikan agar kejadian keracunan masal tidak terjadi lagi.
( Red)


0 Komentar