TAPANULI TENGAH || Cakrawalanews.net
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara pada mulai Minggu (15/02/2026) hingga siang sore ini Selasa (17/02/2026). Sehingga menyebabkan kembali terjadinya banjir dan longsor di beberapa wilayah. Longsor terjadi di 8 titik jalan nasional, yang menghubungkan antara Kabupaten Tapanuli Tengah menuju Tapanuli Utara, atau dari Sibolga-Tarutung dan sebaliknya.
"Curah hujan ekstrem sejak siang hari memicu rentetan longsoran material kayu, batu, dan tanah yang menutup akses jalan di sepanjang jalan nasional Tapteng-Taput," ujar Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Muhammad Alan Haikel, lewat keterangan resmi, Selasa (17/02/2026).
Adapun 8 titik longsor yang terjadi, yaitu di kilometer 7 Jalan Rampa-Poriaha, Dusun Sigarupu, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis.
Di lokasi ini, material kayu dan batu menutup jalan, hingga menyebabkan kemacetan total. Kemudian di kilometer 23, jalan Sibolga-Tarutung. Longsor menutup badan jalan.
Di kilometer 23,5, material longsor menyumbat aliran sungai, hingga memicu banjir. Lalu di kilometer 23,7 dan kilometer 24. Material banjir menutup badan jalan.
"Kemudian di kilometer 24,5, kilometer 25 dan kilometer 26 jalan nasional Sibolga-Tarutung, longsoran menutup badan jalan. Dan akses jalan sempat putus total," ujar dia.
Alan menjelaskan, selain melumpuhkan lalu lintas, banjir dan longsor yang terjadi, mengakibatkan tujuh rumah warga rusak, dan 5 rumah terendam di Kelurahan Nauli, Kecamatan Sitahuis. "Dan longsor yang terjadi di Desa Nagatimbul, Kecamatan Sitahuis, menimpa dua unit rumah warga, dan rusak," kata Alan. Bersama Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara, pihak kecamatan, Polri dan TNI, akses jalan yang tertutup material longsor, akhirnya dapat kembali dibuka.
"Proses pembersihan material yang berlangsung hingga larut malam, jalur Sibolga-Tarutung via Rampa-Poriaha dinyatakan bersih. Dan sudah dapat dilalui kembali," ujarnya.
Dia mengingatkan, meski jalur telah dibuka, personelnya masih tetap siaga di beberapa titik lokasi. "Kami tetap menyiagakan personel dan mengimbau pengguna jalan serta masyarakat sekitar untuk tetap waspada mengingat curah hujan yang masih belum stabil," pungkasnya.
Salah satu warga R Sitompul mengatakan Tapteng diguyur hujan sejak Minggu sore (15/02/2016) pukul 15.00 Wib dan bencana banjir dan longsor kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (16/2/2026) sore. Banjir mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Sibolga dan Tapanuli Tengah menuju Padangsidempuan sempat terputus dan membuat antrean panjang.
Kondisi itu disebabkan, banjir yang menggenangi jalan dan tumpukan kayu yang terbawa arus banjir, hingga menutup badan jalan, di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri.
"Selain arus banjir yang deras, material kayu gelondongan juga terbawa banjir dan menumpuk di badan jalan. Sehingga membuat kemacetan yang panjang,"ungkapnya.
Tulus

0 Komentar