Singkawang Tegaskan Toleransi: Imlek dan Cap Go Meh 2026 Meriah di Tengah Bulan Suci Ramadhan


SINGKWANG||Cakrawalanews.net

Pemerintah Kota Singkawang memastikan perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh 2026 dikemas spektakuler, tertata, dan inklusif, sekaligus menjadi simbol keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman, karena pelaksanaannya bertepatan dengan Bulan Suci Ramadhan.

Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di Singkawang, Kamis, mengatakan perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini memiliki nilai istimewa karena bersamaan dengan aktivitas Ramadhan, termasuk penyelenggaraan Pasar Juadah yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat.

“Saya katakan istimewa karena tahun ini berbarengan dengan Bulan Suci Ramadhan. Akan ada Pasar Juadah yang harus kita kemas sedemikian rupa agar semua masyarakat bisa menikmati suasana kebersamaan,” kata Tjhai Chui Mie.

Perayaan Imlek 2026 jatuh pada tanggal 17 Februari, disusul dengan Perayaan hari ke-15 Imlek yang disebut Cap Go Meh. Sementara pada bulan yang sama, umat Muslim dunia tengah melaksanakan ibadah Ramadhan 1447 Hijriah.

Menurut walikota singkawang, dua perayaan tersebut mencerminkan kuatnya toleransi dan keharmonisan antarumat beragama di Kota Singkawang. Masyarakat lintas etnis dan agama diharapkan dapat berpartisipasi dan merasakan manfaat sosial maupun ekonomi dari rangkaian kegiatan yang digelar.

Tjhai Chui Mie menegaskan pentingnya peran Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang yang baru dilantik untuk menyusun konsep acara secara kreatif dan profesional, sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Yang paling penting, event ini harus dapat dipresentasikan dengan baik ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar Singkawang semakin dikenal sebagai destinasi unggulan berbasis budaya,” ujarnya.

Selain kesiapan konsep acara, Wali Kota juga meminta agar aspek pelayanan pariwisata menjadi perhatian serius, khususnya terkait tarif hotel selama perayaan berlangsung. Ia menekankan agar penyesuaian harga dilakukan secara wajar dan tidak memberatkan wisatawan.

“Harga boleh naik, kita tidak melarang, tetapi harus dalam batas kewajaran,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Singkawang Mokhlis mengatakan pihaknya segera melakukan konsolidasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk panitia Imlek dan Cap Go Meh, pelaku usaha pariwisata, serta instansi terkait lainnya.

“Sesuai arahan Wali Kota, kami akan menjalin komunikasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendukung penyelenggaraan event ini,” kata Mokhlis.

Ia menambahkan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Singkawang agar kenaikan tarif hotel selama perayaan tetap diberlakukan secara proporsional.

“Kalau harga terlalu tinggi, tentu akan mempengaruhi minat wisatawan untuk menginap di Singkawang. Ini yang ingin kita jaga bersama,” ujarnya.

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 bukan hanya tradisi tahunan, tetapi dapat membantu perekonomian masyarakat.


DRey



0 Komentar