SUKABUMI || Cakrawalanews.net
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Bale Pangripta Bapperida Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/1/2026).
Forum konsultasi publik ini menjadi wadah strategis untuk menghimpun saran dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memaparkan arah awal kebijakan serta prioritas pembangunan daerah Kabupaten Sukabumi pada tahun 2027.
Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bapperida Kabupaten Sukabumi, Tatang Kurniawan, menyampaikan bahwa penyusunan RKPD 2027 akan melalui sejumlah tahapan lanjutan.
Tahap awal dimulai dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang dijadwalkan berlangsung pada 10–23 Februari 2026.
“Setelah itu dilanjutkan Forum Perangkat Daerah pada akhir Februari, Musrenbang Kabupaten pada 31 Maret 2026, dan penetapan RKPD 2027 direncanakan pada minggu keempat Juni 2026,” jelasnya.
Tatang juga menegaskan bahwa Bapperida membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya. Masyarakat, akademisi, pelaku usaha, hingga unsur organisasi kemasyarakatan dapat menyampaikan saran dan masukan baik secara tertulis maupun daring melalui formulir yang telah disediakan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang mengedepankan tiga pendekatan utama, yakni teknokratis berbasis data dan kajian, politis sesuai mandat kepemimpinan daerah, serta partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara aktif.
“Perencanaan pembangunan harus seimbang, berbasis data, aspirasi rakyat, dan sejalan dengan visi pembangunan daerah,” tegasnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menegaskan bahwa RKPD 2027 harus mampu mengintegrasikan pembangunan lintas sektor serta fokus pada program-program prioritas yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Integrasi antar sektor menjadi kunci agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Forum konsultasi publik ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam merumuskan kebijakan pembangunan Kabupaten Sukabumi yang inklusif, terarah, dan berkelanjutan.
(Iws)

0 Komentar