Harga Gabah Belum Berpihak Pada Petani, Petani Harapkan Pemerintah Untuk Turun Dan Naikan Harga.

KARAWANG || Cakrawalanews.net

Sejumlah petani di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, mengeluhkan kondisi harga gabah saat ini yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan produsen pangan. Meski Karawang menyandang status sebagai lumbung pangan nasional, harga di tingkat petani dianggap masih jauh dari harapan.


Menurut pengakuan salah satu petani setempat inisial OK kepada awak media rabu 28/01/2026 harga gabah standar saat ini tertahan di angka Rp6.000 per kilogram. Jika melibatkan skema penyerapan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) yang berjalan optimal, harga tersebut idealnya bisa mencapai Rp6.500 per kilogram.
Tantangan Distribusi dan Harga.

Dalam praktiknya, petani menyebut bahwa proses transaksi biasanya dilakukan secara langsung di lokasi rumah petani. Meskipun hal ini memudahkan dari sisi logistik, harga yang diterima dirasa belum mampu menutup biaya operasional dan ekspektasi keuntungan petani secara maksimal.


"Kami berharap ada harga yang lebih memihak kepada petani, Mengingat Karawang adalah lumbung pangan nasional, sangat ironis jika petani justru diberi harga yang kurang menguntungkan," ujar petani lainnya di desa bayur kidul Rabu (28/1).

Harapan Intervensi Pemerintah

Kesenjangan harga ini memicu harapan besar agar pemerintah daerah maupun pusat melalui Bulog dapat melakukan intervensi yang lebih nyata. Petani menginginkan adanya standardisasi harga yang tidak hanya menguntungkan tengkulak atau pasar, tetapi juga menjaga marjin keuntungan bagi mereka yang berada di garda terdepan produksi padi.
Hingga berita ini diturunkan, para petani di Cilamaya Kulon berharap ada peninjauan kembali terhadap kebijakan harga gabah di lapangan agar selaras dengan status Karawang sebagai penyangga ketahanan pangan nasional.

Yans


0 Komentar