GEMA SENYAP : GUGATAN DARI RAHIM IBU PERTIWI (Di tulis untuk mereka yang mengkhianati Tanah Airnya)




Sebuah filosofi 

Karya : Iwan Suparman

Kabiro Kabupaten Sukabumi


Cakrawalanews.net

Aku adalah retakan di dinding-dinding bisu,tempat cahaya menyelinap, membawa kabar dari masa lalu.aku adalah suara bagi mereka yang tenggelam dalam riuh,bagi jiwa-jiwa yang haknya dirampas hingga luluh.

Aku adalah gema dari rimba yang kini meranggas,saat penjaga kemarahan alam itu dirambah dan dibabat kandas.hutan-hutan suci ditumbangkan demi pondasi kekuasaan,menjalin kekuatan semu di atas nafas manusia yang tersengal dalam kehancuran.paru-paru bangsa diluluhlantakkan tanpa sisa,menghancurkan budaya rakyat yang lahir dari rahim belantara.

Aku adalah rintihan gunung-gunung yang kini kehilangan puncak,saat perut bumi dibedah, dijarah, dan dirampas tanpa jeda sejenak.demi angkara murka, isinya dikuras hingga kerontang,oleh tangan-tangan serakah yang tak pernah merasa kenyang.bahkan air pun tak kalah derita dalam sengketa,disedot dan dijadikan komoditas di balik raupan laba penuh nista,sementara rakyat menelan debu dan dahaga yang tiada tara.lihat pula para penguasa samudera di laut-laut lepas,bertaruh nyawa di sela ombak yang kian ganas.

Namun kini, laut pun ikut dimangsa dengan buas,demi kejayaan yang jumawa, dalam nafsu yang tak pernah puas.lalu, warisan apa yang kelak kita tinggalkan untuk anak cucu?

Hanyalah kehancuran dalam derita amarah alam yang tak terbendung pilu.sebab hutan t’lah gundul, angin melaju tanpa penopang,gemuruhnya membahana, membedah luka yang terus menganga tanpa penghalang.tak ada lagi tameng tempat kita berlindung dari murka,hanya sisa-sisa bumi yang terluka dan berduka.

Tak ada lagi gajah, tak ada harimau, tak ada kijang yang berlari,tak ada burung-burung berkicau, tak ada kelinci lucu yang menari.

Semua yang dulu nyata, kini hanya tinggal dongeng dalam ingatan,diceritakan dengan pilu sebagai bayang-bayang semu yang kehilangan wujud kehidupan.mereka tak mampu bersuara, bukan karena tak punya kata,tapi karena lidah mereka dipasung oleh dusta dan harta.

Aku adalah sunyi yang paling dalam,alam mencatat setiap detak dusta.gempa yang kau sulut di atas derita anak bangsa,badai yang kau ciptakan demi serakah jabatan,hanya akan membangunkan raksasa yang sedang tertidur.

Kau kira senyap ini adalah tanda kekalahan?

Tidak.! senyap ini adalah rahim tempat kebenaran sedang ditempa.Ibu Pertiwi tidak pernah buta,tanah yang kau injak dan kau ludahi ini akan menjadi saksi saat keadilan menagih janji.

Aku bergerak dalam hening,namun gema kami akan meruntuhkan istana kepalsuanmu.sebab pengkhianat bangsa tak punya tempat untuk sembunyi saat alam dan rakyat sudah mulai bersaksi.badai tak pernah datang tanpa alasan dan pengkhianat tak pernah luput dari catatan alam.aku diam bukan berarti padam. 

Aku berdiri di sini.! menenun amarah menjadi doa,mengasah kata menjadi pedang, melawan gelapnya karsa.jangan cari aku di menara gading yang megah,cari aku di hutan yang gundul, di kaki gunung yang hancur, dan di pesisir yang lelah.selama ada satu nafas yang tak berdaya bicara,maka di sanalah, suaraku akan terus bergema.


0 Komentar