Salam Indonesia Satu, Jangan Lupakan Tiga April Hari NKRI Itulah Tanggal Bersejarah Bagi Bangsa Indonesia

 

Penulis : Iwan suparman

Opini, Cakrawala news .net

Apa yang salah dengan Indonesia ku.daratan dan lautan sangat luas membentang dari Sabang sampai Merauke,daratan subur istilahnya batang singkong dibuang saja bisa berumbi dan bermanfaat.

Tambang tambang bernilai ekonomis tinggi banyak terkandung (Emas,minyak bumi,Gas,Nikel,Batu bara,timah,besi dll).


Hutan luas dan subur apapun yang ditanam insya Allah tumbuh serta menghasilkan,laut luas dengan sumber sumbernya (aneka ikan ada,aneka biota laut ada serta bersahabat),Iklim yang baik dan sepurna serta bersahabat,masyarakat yang berbudaya dan beradab serta bermartabat. 


Sebuah pertanyaan ? Mengapa Indonesiaku bukan atau tidak menjadi Negara maju,tidak moderent dan belum sejahtera ? Mengapa Indonesia ku baru bisa membangun hanya melalui Hutang.

Mengapa kita pemilik NKRI tergolong tidak kaya alias masih banyak kekurangan kekurangan.


Diduga penyebab utamanya adalah :


1. Korupsi dan kepentingan pribadi dan golongan sudah menjadi kebiasaan (sudah membudaya).

2. Terlalu banyak peraturan atau undang undang dibuat,hingga dijadikan pembenaran pembenaran.


Solusi : 


1. Beri sangsi berat dengan hukuman maksimal untuk pelaku korupsi (Hukuman mati dan dimiskinkan),bagi koruptor koruptor kakap.


2. Beri sangsi sosial bagi koruptor yang tergolong kecil dan pemula melalui beri tanda di kening bertuliskan saya koruptor dan dimiskinkan.


3. Kembalikan pancasila dan pembukaan undang undang 45 untuk dasar dan filosofi kita bangsa Indonesia dalam berbuat.


4. Berikan fungsi dan kedudukan sesuai dengan hak dan kewajibnya untuk badan Eksekutif,badan Yudikatif dan badan Legislatif.


5. Sederhanakan undang undang atau peraturan peraturan hingga menjadi Efektif,tepat,benar dan berguna serta bermanfaat untuk Bangsa dan Negara.


6. Pilih RI 1 bukan dari kalangan pengusaha mengingat pengusaha mempunyai naluri untung dan rugi.


7. Jadilah kita setiap anak bangsa menjadi diri sendiri (Rakyat menjadi Rahyat yang baik dan benar serta bermanfaat.Petani menjadi petani yang baik dan benar serta bermanfaat,pengusaha menjadi pengusaha yang baik dan benar serta bermanfaat,penegak hukum menjadi penegak hukum yang baik dan benar serta bermanfaat,Ulama menjadi ulama yang baik dan benar serata bermanfaat,Badan perwakilan/DPR menjadi badan perwakilan/DPR yang baik dan benar serta bermanfaat,pemegang kebijakan atau pemerintah menjadi pemegang kebijakan atau Pemerintah yang baik dan benar serta bermanfaat.Begitupun untuk organ organ lainya.


8. Mari hentikan saling menyalahkan dan selalu mencari pembenaran pembenaran.


9. Mari tanamkan rasa memiliki Indonesia dengan kebersamaan dan rasa sejiwa dan senasib serta

sepenanggungan.Mengingat mungkin serta diduga kejadian kejadian dan prilaku prilaku diatas disebabkan oleh Dokrin dokrin penjajah (Belanda dan Jepang)

sudah menjadi naluri dan kebiasaan kita,(asal Bapak senang,kepentingan pribadi dan golongan diutamakan,fitnah,kebencian,adu domba,mencari cari kesalahan).Dan dokrin dokrin orde baru serta Reformasi yang kebablasan.


Untuk kita pemilik NKRI,Sudah saatnya kita berbuat (sekemapuan kita masing masing) Demi dan untuk NKRI dari sabang sampai Merauke yang berpancasila dibawah naungan Bhinneka Tunggal Ika,aman,maju dan sejahtera.

Ham dan kebebasan suatu bangsa (termasuk kita) jika tidak dibatasi oleh kesepakatan atau oleh undang undang diduga bangsa terkait akan kebablasan.

(Iws)

0 Komentar