SEMARANG|| Cakrawalanews.net
Upaya memperluas jangkauan layanan hukum hingga ke pelosok desa terus digencarkan. Sebanyak 400 kader Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah resmi dikukuhkan sebagai paralegal dalam sebuah acara di Balairung UTC Hotel, Kota Semarang, Sabtu (11/4).
Pengukuhan ini menandai kesiapan para kader untuk menjadi garda terdepan dalam pendampingan hukum masyarakat. Fokus utama peran mereka adalah memastikan akses keadilan dapat dinikmati oleh semua kalangan, terutama perempuan, anak-anak, dan kelompok yang rentan terhadap masalah hukum.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai kehadiran para paralegal ini sangat strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Keberadaan mereka diharapkan mampu menciptakan ketertiban hukum yang berbasis pada upaya pencegahan dini.
Dalam menjalankan tugas, para paralegal tidak hanya memberikan konsultasi, tetapi juga mengedepankan mekanisme penyelesaian masalah di luar pengadilan. Pendekatan restorative justice dan mediasi akan menjadi kunci utama untuk menyelesaikan sengketa secara kekeluargaan dan berkeadilan.
"Kami berharap kehadiran mereka tidak hanya menangani masalah, tetapi juga mencegah sengketa tumbuh menjadi konflik yang lebih besar," ujar Ahmad Luthfi.
Sebaran 400 paralegal ini mencakup seluruh 32 kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Mereka juga didorong untuk bersinergi optimal dengan program pemberdayaan masyarakat lainnya, seperti PKK dan program Kecamatan Berdaya.
Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi, serta Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa. Kedua tokoh ini menekankan pentingnya peran strategis perempuan dalam memperkuat sistem keadilan dan menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.
Iwan

0 Komentar