SULSEL, Cakrawalanews.net - Senayan Memanas, ini adalah contoh sempurna bagaimana barisan sakit hati Pilpres 2024 masih belum bisa menerima kenyataan sampai Oktober 2026.
Mari kita luruskan fitnah demi fitnah biar otak waras.
Katanya Dikepung Hak Angket di Senayan?
Yang memanas itu bukan Senayan, tapi kompor di dapur kalian. Yang datang audiensi itu AKSI, isinya 5 orang itu-itu saja, diterima 1 Wakil Ketua Komisi II. Langsung kalian framing seolah seluruh DPR mau makzulkan Wapres.
Faktanya? Sampai detik ini TIDAK ADA SATU FRAKSIPUN yang mengajukan Hak Angket secara resmi. Golkar solid. Gerindra solid. PKB, PAN, Demokrat, bahkan PDI-P pun tidak pernah jadikan pemakzulan sebagai sikap resmi partai. Ahmad Doli menerima audiensi itu tugas konstitusional, bukan berarti setuju.
Katanya Dikepung Aksi Massa di Jalanan?
Ancaman basi sejak 2024. Katanya mahasiswa akan bergerak besar-besaran. Mana? Yang turun cuma 30 orang bawa mobil komando yang sama, oratornya sama, donaturnya sama. Mahasiswa asli sedang sibuk skripsi, magang, dan cari kerja di era pemerintahan Prabowo-Gibran yang membuka lapangan kerja. Rakyat sudah muak dijadikan alat.
Katanya Disuruh Mundur Secara Ksatria oleh Andreas Hugo Pareira?
Yang tidak ksatria itu siapa? Gibran menang 58%, 96 JUTA suara rakyat, menang 1 putaran, sah secara konstitusi. Itu paling ksatria.
Yang tidak ksatria itu kalian. Kalah di TPS, ngoto mau menang lewat lorong MK, lewat Bareskrim, lewat karangan opini. Andreas Hugo Pareira bicara ksatria, tapi lupa ksatria itu menghormati pilihan rakyat, bukan memprovokasi anak muda yang sah jadi Wapres untuk mundur.
Katanya Dijerat Pasal 391 KUHP Soal Pemalsuan Surat?
Ini fitnah paling dungu. Surat Keterangan Penyetaraan Pendidikan itu dikeluarkan resmi oleh Kementerian yang berwenang, sudah diverifikasi KPU, sudah diuji di sidang MK, sudah dinyatakan MEMENUHI SYARAT.
MK sudah putus, final dan mengikat. Kalau palsu, kenapa Bareskrim tidak pernah naikkan ke penyidikan setelah 2 tahun laporan bolak-balik? Karena memang TIDAK ADA PIDANA. Hanya ada sertifikat kehadiran? Itu pelintiran Ubedilah Badrun yang bukan ahli pendidikan. Negara sudah menyatakan sah.
Dan untuk Jefri Fernandes yang ngaku Ketua Komite Relawan Pemakzulan? Siapa pilih dia? Rakyat pilih Gibran.
***Yohkal/Yustus

0 Komentar