PALEMBANG, cakrawalanews.net - DR. Herison, S.IP., S.H., M.H., resmi mengemban amanah sebagai Ketua Umum Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Sumatera Selatan. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu mempertahankan prestasi atlet sekaligus memperluas pembinaan olahraga bela diri Yongmoodo di kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat, dilaksanakan di ruang rapat Prameswara Palembang.
"Dalam sambutannya, Herison menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir memenuhi undangan. Ia menilai kehadiran para tamu undangan di tengah kesibukan masing-masing merupakan bentuk penghormatan dan dukungan bagi perkembangan FYI Sumsel,kamis (22/10/2026).
"yang diwawancarai oleh awak media Herison juga menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi tersebut semakin berkembang serta mempertahankan prestasi yang telah diraih atlet Sumatera Selatan di tingkat nasional.
"Menurutnya, salah satu prioritas kepengurusan baru adalah melakukan konsolidasi internal guna mengevaluasi dan memperkuat program pembinaan yang sudah berjalan.
“Setelah dilantik hari ini, langkah pertama yang akan kami lakukan adalah berkonsultasi dan berkoordinasi secara internal. Kami akan melihat potensi atlet yang sudah ada di Sumatera Selatan, terutama mereka yang telah mengharumkan nama daerah dengan meraih prestasi di tingkat nasional,” ujarnya.
"Selain mempertahankan prestasi atlet yang sudah ada, FYI Sumsel juga berencana memperluas pembinaan ke kalangan pelajar. Langkah tersebut dinilai penting untuk menyiapkan atlet-atlet muda yang mampu bersaing dalam kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
"Herison menambahkan, koordinasi dengan kepengurusan FYI di 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan juga menjadi agenda penting. Dengan terbentuknya kepengurusan yang solid, diharapkan pembinaan Yongmoodo dapat berjalan lebih merata di seluruh wilayah.
"PB FYI Dorong Kemandirian Pembinaan Atlet,Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Federasi Yongmoodo Indonesia, Mayjen TNI (Purn.) Eka Wharsa, menekankan pentingnya mengembangkan pembinaan Yongmoodo agar tidak hanya bergantung pada lingkungan militer.
"Menurutnya, keterlibatan pelatih berkualifikasi dan wasit-juri tingkat nasional masih diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Namun, ke depan, Yongmoodo diharapkan semakin mandiri dengan melibatkan masyarakat sipil, pelajar, dan mahasiswa.
“Sekarang sudah mulai kita kembangkan di kalangan sipil, pelajar, dan mahasiswa. Bela diri Yongmoodo juga sudah mulai disosialisasikan kepada masyarakat. Pada kejuaraan nasional tahun 2025, peserta yang terlibat berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa,” jelas Eka Wharsa.
Ia berharap Sumatera Selatan dapat mengikuti pola pembinaan tersebut secara bertahap. Dengan demikian, regenerasi atlet dapat berjalan berkelanjutan dan semakin banyak generasi muda yang memiliki kemampuan serta kualifikasi dalam olahraga bela diri ini.
Eka Wharsa juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan Herison. Menurutnya, pengalaman Herison dalam organisasi dan dunia bela diri menjadi modal penting untuk mengembangkan Yongmoodo di Sumatera Selatan.
Ia berharap kepengurusan yang baru dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan kualitas atlet dan memperluas partisipasi dalam kompetisi.
"Persiapan Menuju PON Bela Diri,Terkait agenda kompetisi nasional, Eka Wharsa menjelaskan bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 mengalami penundaan karena pertimbangan teknis. Pelaksanaannya direncanakan bergeser ke 2027, sementara jadwal dan tempat penyelenggaraan masih menunggu kepastian dari pihak terkait.
"Perubahan jadwal tersebut menjadi perhatian bagi pengurus di tingkat provinsi untuk mempersiapkan atlet dan kebutuhan pembinaan masing-masing daerah.
Bagi FYI Sumsel, persiapan tersebut akan menjadi bagian dari upaya mempertahankan prestasi sekaligus meningkatkan daya saing atlet pada kompetisi mendatang.
Herison menyatakan optimistis kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik melalui dukungan seluruh pengurus dan pihak terkait.
“Insyaallah, kami optimistis dapat membawa nama baik Sumatera Selatan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.
***

0 Komentar