SULSEL, Cakrawalanews.net - Bupati Toraja Utara, Sulawesi Selatan Frederik Viktor Palimbong bersama jajaran Pemerintah Kabupaten menghadiri Perayaan Puncak Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Paroki Santa Theresia Rantepao, Sabtu 17 Agustus 2026.

Perayaan yang berlangsung di Gereja Katolik Santa Theresia Rantepao mengungkapkan syukur atas perjalanan panjang pelayanan dan karya pastoral Paroki Santa Theresia Rantepao selama 80tahun dalam mendampingi kehidupan iman umat Katolik.

Kehadiran Bupati Toraja Utara bersama jajaran pemerintah daerah menunjukkan dukungan terhadap kehidupan keagamaan serta pentingnya menjaga hubungan harmonis antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam membangun masyarakat yang damai dan sejahtera.

Perayaan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Silambi, Uskup Emeritus Mgr Jhon Liku Ada', Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat, Dandim 1414 Tana Toraja, jajaran Kementerian Agama, Sekda Toraja Utara, mantan Bupati Yohanis Bassang

serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran para pemimpin daerah ini mencerminkan semangat kebersamaan dan persaudaraan.

Momentum perayaan 80 tahun Paroki Santa Theresia Rantepao juga menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan pelayanan gereja dalam membina kehidupan rohani umat. Selain itu, perayaan ini memperkuat nilai-nilai iman, kasih, solidaritas, dan pengabdian kepada sesama.

Semangat 80 tahun Gereja Katolik di Rantepao diharapkan terus menginspirasi umat untuk mengambil bagian dalam pembangunan kehidupan sosial yang lebih baik. Peran gereja dinilai penting dalam menanamkan nilai moral, memperkuat persaudaraan, serta mendorong terciptanya kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Melalui momentum syukur ini, hubungan baik antara pemerintah, gereja, dan masyarakat diharapkan semakin erat. Kebersamaan ini juga diharapkan terus terpelihara demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, penuh. kasih, dan menjunjung tinggi toleransi.

Sementara Uskup Agung Makassar, Mgr Frans Nipa mengahaj umat Katolik untuk semakin peduli terhadal lingkungan dan menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Untuk diketahui, Gereja Katolik Paroki Santa Theresia Rantepao memulai perjalannya Juli 1946. Pada 11 Oktober 1946 Pastor Wim Letschert, CICM mulai menetap di lokasi Gereja Katolik saat ini.

Dan baptisan pertama dilaksanakan pada 31 Oktober 1947 sebekum Gereja permanen diberkati 31 Agustus 1957.

***Megasari/Yustus