SULSEL, Cakrawalanews.net - Anggota kabinet bertambah. Presiden Prabowo melantik Marsekal Yusuf Jauhari sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) bidang logistik, industri pertahanan, dan teknologi, dan Jenderal Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wamenhan bidang strategi, doktrin, dan pembangunan. Dengan demikian Kementerian Pertahanan punya 3 wamenhan, selain Donny Ermawan Taufanto, yang menjabat sejak awal kabinet ini.
Selain itu, Presiden juga melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Ini lembaga baru yang bertugas memperkuat pengelolaan lahan gambut, sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak terus berulang.
Satyawan berlatar belakang dosen kehutanan UGM, dan jabatan terakhir di pemerintahan adalah Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Dan di tubuh TNI, Presiden melantik Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Sedangkan Maruli, menantu Luhut Binsar Pandjaitan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, naik jabatan menjadi Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Kepala dari badan ini sebelumnya dijabat oleh Tandyo.
Pemerintah mengganti pimpinan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Darmawan Prasodjo digantikan Suroso Isnandar sebagai Dirut PLN. Suroso juga masih merangkap jabatan sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru/Terbarukan PLN.
Pencopotan Darmawan terjadi di tengah masalah pemadaman listrik massal di Kepulauan Riau, termasuk Batam dan Bintan, selama belasan jam, Senin lalu. Keputusan pergantian direksi ditetapkan dalam RUPS LB via zoom yang dihadiri seluruh jajaran direksi, komisaris, serta Badan Pengelola BUMN.
Pasca pemadaman listrik di Kepri, Presiden Prabowo memanggil CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan perwakilan manajemen PLN. Rosan menjelaskan, Presiden minta akselerasi transformasi di PLN agar dapat bergerak lebih cepat, tanggap, dan efisien.
Terkait insiden Batam, Rosan mengatakan, Danantara bakal mengkaji ulang model bisnis PLN secara menyeluruh. Sementara COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, Danantara akan mengambil alih pengelolaan PLN Batam. PLN Batam merupakan anak usaha PLN yang beroperasi mandiri dari hulu ke hilir tanpa subsidi APBN, mengingat status Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas.
Presiden juga melakukan penggantian kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Letjen Suharyanto dicopot diganti oleh Letjen TNI Kristomei Sianturi. Pencopotan Suharyanto ini terjadi setelah KPK menangkap adiknya, Bima Setyawan, pada Selasa (13/10/2026) baru-baru ini, atas dugaan terlibat korupsi di BNPB.
***Yohkal/Yustus

0 Komentar