Sukabumi, cakrawalanews.net ][
Anda seorang aktifis atau relawan.?
Di dalam demokrasi, kita harus berani mengakui satu kenyataan: Kekuasaan yang terlalu terkonsentrasi selalu membutuhkan kekuatan penyeimbang.
Ketika segelintir kelompok memiliki pengaruh besar terhadap uang, politik, partai politik, media, pembentukan opini publik, legislasi, dan sumber daya ekonomi, maka masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap narasi yang dibentuk oleh kekuatan tersebut.
Di sinilah peran seorang aktivis menjadi sangat penting.Tugas seorang aktivis bukan menjadi corong kekuasaan.
Bukan menjadi alat partai.
Bukan menjadi pengikut oligarki.
Dan bukan pula menjadi sekadar oposisi yang otomatis menolak segala sesuatu.
Tugas seorang aktivis adalah menjadi kekuatan penyeimbang.
Dare to challenge the mainstream narrative.
Dare to question those in power.
Dare to challenge oligarchic influence, abuse of power, and narratives that go unquestioned.
An activist’s responsibility is not to blindly follow the crowd, but to ask difficult questions, seek the truth, and speak up when power is abused, regardless of who holds that power.
Bukan malah menjadi corong oligarki, loyal terhadap seorang politisi, pembela partai politik, dan buta terhadap kebenaran.
Ketika sebuah narasi terlalu dominan, uji narasi tersebut.Ketika kekuasaan membuat sebuah keputusan, pertanyakan keputusannya.
Ketika media hanya memberikan satu perspektif, carilah perspektif lainnya.
Ketika sebuah kebijakan diklaim demi kepentingan rakyat, tanyakan bukti manfaatnya bagi rakyat.
Ketika seseorang dituduh melakukan sesuatu, tanyakan buktinya sebelum ikut menghakimi.
Dan ketika kita sendiri ternyata salah,
BERANI MENGAKUI KESALAHAN
Karena seorang aktivis sejati tidak boleh memiliki loyalitas yang lebih tinggi kepada narasi daripada kepada kebenaran.
JANGAN MENJADI PROPAGANDIS.
Ada perbedaan besar antara aktivisme dan propaganda.Propagandis bertanya:
“Bagaimana saya memenangkan narasi saya?”
Aktivis sejati bertanya: “Apa yang sebenarnya benar?”
Propagandis akan mempertahankan narasinya bahkan ketika fakta mulai bertentangan.
Aktivis sejati akan meninggalkan narasinya ketika bukti menunjukkan bahwa narasi tersebut salah.
Karena itu, jangan pernah mengganti satu bentuk propaganda dengan propaganda lainnya.
Jangan melawan manipulasi dengan manipulasi.
Jangan melawan kebohongan dengan kebohongan.Jangan melawan character assassination dengan character assassination.
Dan jangan membela seseorang hanya karena dia berada di pihak yang kita sukai.
AKTIVIS HARUS BERANI MENGKRITIK “PIHAK SENDIRI.”
Inilah salah satu ujian terbesar seorang aktivis.
Berani mengkritik lawan itu mudah.
Tetapi berani mengkritik orang yang kita dukung ketika dia melakukan kesalahan itulah integritas.
Kalau kita hanya berani mengatakan kebenaran ketika kebenaran itu menguntungkan kelompok kita, maka kita bukan sedang membela kebenaran.
Kita sedang membela kelompok.
Aktivisme yang sejati harus lebih tinggi daripada kepentingan kelompok.
KEPADA SIAPA AKTIVIS HARUS LOYAL?
Bukan kepada oligarki.
Bukan kepada pemerintah.
Bukan kepada oposisi.
Bukan kepada partai politik.
Bukan kepada media.
Bukan kepada popularitas.
Dan bukan kepada kepentingan pribadi.
Loyalitas tertinggi seorang aktivis harus kepada KEBENARAN, KEADILAN, DEMOKRASI, KEMANUSIAAN, dan KEPENTINGAN PUBLIK.
Karena itu, jangan takut kehilangan jabatan.
Jangan takut kehilangan popularitas.
Jangan takut kehilangan teman.
Jangan takut ditinggalkan oleh kelompok.
Dan jangan takut ketika sebuah narasi besar menyerang kita.
Selama hati kita bersih, niat kita tulus, fakta berada di pihak kita, dan kita bersedia mengoreksi diri ketika terbukti salah kita tidak perlu takut kepada siapa pun.Seorang aktivis mungkin tidak selalu memenangkan pertarungan.
Tetapi seorang aktivis yang tetap memegang integritas akan meninggalkan sesuatu yang jauh lebih penting:
KEPERCAYAAN.
Dan pada akhirnya, demokrasi tidak membutuhkan lebih banyak manusia yang hanya pandai mengikuti narasi.
Demokrasi membutuhkan manusia yang berani mempertanyakan narasi.
Berani mencari fakta.
Berani mengungkap penyimpangan.
Berani membela mereka yang tidak memiliki kekuasaan.Berani berdiri sendirian ketika diperlukan.Dan yang paling penting BERANI BERKATA BENAR, BAHKAN KETIKA KEBENARAN ITU TIDAK POPULER.
(Iws)

0 Komentar