Ogan Ilir, cakrawalanews.net ][

Polsek Muara Kuang Polres Ogan Ilir bersama personel BKO TNI AD dan BPBD melaksanakan patroli terpadu serta memberikan imbauan larangan membuka lahan dengan cara membakar di wilayah hukum Polsek Muara Kuang, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut menyasar wilayah Desa Serikembang, Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir. Sementara untuk wilayah Kecamatan Rambang Kuang, dalam kegiatan patroli tersebut tidak ditemukan adanya titik yang memerlukan penanganan.

Patroli melibatkan 2 personel Polri, 16 personel TNI AD yang terdiri dari 1 personel Koramil dan 15 personel BKO, serta 1 personel BPBD. Petugas menyambangi sejumlah lahan yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dan pemerintah desa mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Dalam pelaksanaan patroli, petugas melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan dan memastikan situasi di wilayah yang menjadi sasaran kegiatan. Hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan titik hotspot selama kegiatan berlangsung.

Selain patroli, personel juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan karena dapat memicu kebakaran yang meluas dan menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Untuk mendukung kesiapsiagaan apabila terjadi Karhutla, personel membawa kendaraan roda dua serta kendaraan dinas TNI AD berupa truk tangki berkapasitas 5.000 liter yang dapat digunakan untuk membantu pemadaman apabila ditemukan titik api yang dapat dijangkau kendaraan.

Kasi Humas Polres Ogan Ilir IPTU Mansyur, A.Md.Kep., S.H. mengatakan, patroli terpadu tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam melakukan pencegahan Karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran.

“Patroli bersama ini tidak hanya bertujuan mendeteksi potensi titik api, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sinergi Polri, TNI dan BPBD menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan Karhutla,” ujar IPTU Mansyur.

Ia menambahkan, hasil pemantauan di lokasi menunjukkan situasi aman dengan hotspot nihil. Meski demikian, kewaspadaan dan patroli tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya indikasi kebakaran lahan. Pencegahan akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama,” pungkasnya.

"Kegiatan patroli dan imbauan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB.

***