SULSEL, Cakrawalanews.net - Penggiat media sosial sekaligus Kepala UPT Pengelolaan Objek Wisata Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), Lukman Hamarong menghadiri kegiatan Diklat PIK Remaja Generik SMA Negeri 4 Luwu Utara, Sabtu (26/9/2026), di Aula Laboratorium Kimia SMA Negeri (SMAN) 4 Luwu Utara. 

Kehadiran Lukman pada kegiatan yang diikuti puluhan pengurus PIK-R ini dalam kapasitas sebagai Pemateri Diklat PIK-R Generik SMAN 4. Pada kesempatan tersebut, Lukman membawakan materi mengenai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Berbasis AI.

Dalam pemaparannya tersebut, Lukman pada media ini, Minggu 27 September 2027 mengatakan bahwa, SSK merupakan program pendidikan yang mengintegrasikan wawasan kependudukan ke dalam mata pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler guna membekali siswa memahami dinamika isu kependudukan.

Menurut mantan Pranata Humas ini, untuk menghadapi kompleksitas isu kependudukan saat ini, para siswa perlu memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence agar siswa mampu memecahkan masalah secara kreatif, cepat, dan berbasis data.

“AI bukan lagi fiksi ilmiah, melainkan sebagai alat bantu sehari-hari dalam melakukan analisis data, pembuatan konten kreatif, serta memprediksi tren,” ujar Lukman. Meski begitu, ia memberi catatan penting mengenai etika dan tantangan penggunaan AI. 

Ia berharap siswa tetap kritis dan menjadikan data resmi pemerintah sebagai rujukan utama guna menghindari kesalahan informasi akibat adanya kesalahan dalam menginput. Ia juga menekankan pentingnya menjaga rahasia data pribadi saat konseling digital.

Ia menegaskan, AI hanyalah instrumen pendukung yang tidak bisa menggantikan peran manusia seutuhnya. “Konseling sebaya oleh manusia tetap yang utama karena adanya sentuhan emosional yang tidak dapat digantikan oleh mesin aplikasi AI," tegasnya.

Guna mendukung kerja-kerja kreatif PIK-R Generik dalam mengolah data survei internal sekolah, Lukman merekomendasikan beberapa platform AI yang ramah terhadap pelajar, di antaranya ChatGPT, Gemini, Canva AI, CapCut, Meta, dan Google Assistant.

Di pengujung pemaparannya, ia berpesan agar para generasi muda senantiasa menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kepekaan sosial. “Teknologi canggih tanpa kepedulian sosial adalah sia-sia, dan kepedulian sosial tanpa teknologi akan melambat,” pungkasnya. 

***Man/Joshry/Yustus