Di lereng Gunung Halimun, tepatnya di Kampung Adat Sinar Resmi, Kabupaten Sukabumi, sebuah tradisi leluhur terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.tradisi itu adalah Seren Taun, sebuah upacara adat yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat Sunda atas hasil bumi yang telah dianugerahkan sepanjang tahun.
Bagi warga Sinar Resmi, Seren Taun bukan sekadar perayaan panen.tradisi ini merupakan perwujudan penghormatan kepada alam, penghargaan terhadap kerja keras para petani, serta doa bersama agar musim tanam berikutnya membawa hasil yang lebih baik dan kehidupan yang semakin berkah.
Setiap tahapan prosesi mengandung filosofi yang mendalam. Iringan kesenian tradisional, doa-doa adat, hingga penyimpanan padi ke dalam leuit menjadi pengingat bahwa kesejahteraan lahir dari hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Di tengah derasnya arus modernisasi, Kampung Adat Sinar Resmi tetap teguh memegang nilai-nilai warisan leluhur. Seren Taun menjadi bukti bahwa tradisi bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan pedoman hidup yang terus relevan dalam menjaga keseimbangan, kebersamaan, dan kelestarian alam.
Seren Taun adalah pesan abadi bahwa rasa syukur, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam merupakan fondasi kehidupan yang patut terus dijaga oleh setiap generasi.
***

0 Komentar