SULSEL, Cakrawalanews.net – Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di Pangala-Baruppu kembali menjadi perhatian dalam kegiatan reses anggota DPRD Provinsi Sulawesi-Selatan (Sulsel).
Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Yosia Rinto Kadang menegaskan bahwa, seluruh aspirasi masyarakat tetap ditampung dan akan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran di Provinsi nantinya.
Yosia menjelaskan, sejumlah usulan prioritas yang diterima saat reses di Kecamatan Baruppu, Toraja Utara (Torut) meliputi penyelesaian dan perbaikan jalan menuju Pangala' sampai Baruppu yang mengalami kerusakan fatal.
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat usulan semenisasi secara menyeluruh belum dapat direalisasikan. Namun, pihaknya akan mengupayakan anggaran perbaikan jalan pada tahun anggaran 2027.
“Untuk semenisasi penuh memang belum mampu karena keterbatasan anggaran. Yang kami usulkan adalah perbaikan jalan terlebih dahulu dan insya Allah menjadi fokus pada tahun 2027,” sebut Yosia Rinto Kadang kepada media ini usai mengikuti rapat paripurna DPRD Sulsel di Kantor Sementara, Jalan Andi Pangerang Pettarani, Selasa 4 Agustus 2026 kemarin.
Yosia Rinto menjelaskan bahwa, apabila pembangunan ruas tersebut dilanjutkan hingga menembus wilayah perbatasan Sulawesi Barat (Sulbar), panjang jalan yang harus ditangani mencapai kurang lebih 30 kilometer.
" Namun untuk titik kerusakan berat yang palung mendesak saat ini berada pada kisaran 10 kilometer," sebut Yosia pada media ini, Rabu 5 Agustus 2026.
Menurut legislator Fraksi Nasdem, kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan dan kondisi lapangan menunjukkan tingkat kerusakan yang membutuhkan penanganan segera.
Selain ruas Pangala' sampai Baruppu, ia juga menyoroti sejumlah titik jalan lain yang membutuhkan penanganan yakni, kawasan Pasobo hingga arah Simpang Marapu.
Ia mengakui besarnya harapan masyarakat agar pembangunan jalan dapat segera terealisasi.
“Saat reses masyarakat terus menanyakan kepastian pembangunan jalan. Harapan mereka sangat besar. Walaupun belum bisa menyeluruh, yang penting ada realisasi,” ujar mereka.
Sekadar diketahui bahwa, terdapat ruas jalan sekitar 1 (satu) kilom3ter di wilqyah Pasobo yang sebelumnya telah pernah dibongkar beberapa tahun lalu dan diharapkan dapat dikerjakan kembali dari titik awal pembangunan.
***Megasari/Yustus

0 Komentar