![]() |
| Dalam kunjungan itu, Bupati Lutim didampingi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lutim Hendro Prabowo bersama sejumlah pejabat dan rombongan |
SULSEL, Cakrawalanews.net - Persoalan jalan di kawasan Mahalona Raya kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel). Bupati Lutim Irwan Bachri Syam turun langsung meninjau ruas Jalan Poros Mahalona Raya di Desa Libukan Mandiri, Rabu 25 Agustus 2026 kemarin.
Ruas jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi warga Mahalona Raya. Kondisinya yang belum sepenuhnya tertangani membuat mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi belum berjalan optimal.
Dalam kunjungan itu, Bupati Lutim didampingi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lutim Hendro Prabowo bersama sejumlah pejabat dan rombongan.
Peninjauan dilakukan bukan sekadar melihat kondisi fisik jalan. Pemerintah daerah ingin memastikan penanganan ruas tersebut dapat dipercepat, mengingat jalan menjadi urat nadi pergerakan warga dan barang dari kawasan Mahalona Raya.
Bupati mengatakan bahwa, kondisi jalan harus segera ditindaklanjuti. Ia menyoroti persoalan debu yang mengganggu warga, terutama ketika kendaraan melintas, selain dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
“Ini harus segera ditindaklanjuti. Kita tidak ingin masyarakat Mahalona Raya terus kesusahan karena kondisi jalan, terutama persoalan debu yang tebal, aktivitas perekonomian dan akses mobilitas lainnya,” sebut Irwan, Kamis (27/8/2026).
Pemkab Lutim tidak hanya melakukan peninjauan. Pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan jalan beton melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) kepada pemerintah pusat.
Usulan itu mencakup ruas Pekaloa–Bantilang dengan nilai sekitar Rp49 miliar.
Panjang jalan yang diusulkan untuk ditangani mencapai 7,252 kilometer, dengan lebar enam meter.
Ruas tersebut direncanakan menangani akses mulai dari ujung jalan beton Tole, kemudian menuju Gerbang Besar Mahalona hingga mengarah ke Kalosi.
Jika usulan terealisasi, penanganan jalan itu diharapkan tidak hanya memperbaiki permukaan jalan. Infrastruktur tersebut juga akan membuka akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat Mahalona Raya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lutim, Hendro Prabowo mengatakan bahwa, usulan pembangunan telah disampaikan kepada pemerintah pusat.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu proses kajian dari pemerintah pusat.
“Ini sudah kami usulkan ke pemerintah pusat dan kami sedang menunggu hasil kajian dari pemerintah pusat. Semoga ini berjalan lancar dan cepat dikerjakan oleh pemerintah pusat,” ujar Hendro.
Bagi masyarakat Mahalona Raya, persoalan jalan bukan hanya soal kenyamanan berkendara.
Jalan merupakan jalur yang menghubungkan rumah dengan pusat ekonomi, kebun dengan pasar, dan desa dengan wilayah lain. Ketika akses terganggu, biaya angkut dapat meningkat dan waktu tempuh menjadi lebih panjang.
Debu yang muncul dari kondisi jalan juga menjadi persoalan sehari-hari bagi warga yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang jalur tersebut.
Karena itu, percepatan pembangunan jalan menjadi kebutuhan yang lebih mendesak dibanding sekadar proyek infrastruktur.
Pemkab Luwu Timur berharap pemerintah pusat memberikan lampu hijau terhadap usulan IJD tersebut sehingga pembangunan dapat direalisasikan pada tahun ini.
Jika terealisasi, ruas Pekaloa–Bantilang diharapkan menjadi salah satu pengungkit konektivitas Mahalona Raya.
***Yul/Megasari/Yustus

0 Komentar