SULSEL, Cakrawalanews.net - Pembangunan infrastruktur pedesaan kembali mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Hal ini ditandai dengan langkah konkret TNI Angkatan Darat yang bergerak cepat melaksanakan percepatan pembangunan jembatan di daerah.
Di Kabupaten Toraja Utara (Torut) Sulawesi Selatan (Sulsel), Kodim 1414/Tana Toraja (Tator) menjadi salah satu satuan yang sigap menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui pembangunan Jembatan Merah Putih (Jembatan Perintis) di Kabupaten Torutmyang dijuluki Bumi Pong Tiku.
Jembatan Merah Putih dibangun di Kecamatan Sanggalangi di Dusun Karangan ini, terus dikebut melalui kolaborasi TNI dan masyarakat.
Keberadaan jembatan tersebut sangat dinantikan masyarakat karena menjadi akses utama yang menunjang mobilitas warga, kegiatan ekonomi desa, serta distribusi hasil pertanian. Infrastruktur ini diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan.
Sebagai tindak lanjut instruksi Presiden RI, Danramil 1414-05 Sanggalangi Kapten Inf Safri Dasi mengerahkan seluruh jajaran TNI AD agar bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis.
Kodim 1414 Tator melalui satuan-satuan di bawahnya langsung turun ke lapangan dengan mengerahkan personel, material, serta sarana pendukung lainnya guna memastikan proses pembangunan jembatan beton berjalan sesuai rencana.
Jembatan Merah Putih bukan semata proyek fisik, tetapi merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini adalah implementasi perintah Presiden RI Prabowo Subianto dan arahan Dandim agar TNI AD selalu hadir di tengah rakyat dan membantu mengatasi kesulitan masyarakat.
Jembatan ini akan menjadi simbol persatuan, harapan, dan kemajuan bagi warga Karangan di Kecamatan Sanggalangi," sebutnya.
Proses pembangunan jembatan dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat. Kolaborasi antara TNI dan warga terlihat jelas di lapangan, mencerminkan kemanunggalan TNI–rakyat yang selama ini menjadi fondasi kekuatan bangsa.
Antusiasme warga pun tampak menyertai pembangunan jembatan tersebut. Selama ini, akses penghubung antar desa sangat terbatas dan sering terputus akibat kondisi cuaca.
Dengan hadirnya Jembatan Merah Putih, masyarakat optimistis aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial akan berjalan lebih lancar dan berkembang.
TNI Angkatan Darat kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah dan mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok.
Jembatan Merah Putih di Karangan Sanggalangi bukan hanya menjadi penghubung desa, tetapi juga menjadi jembatan harapan menuju masa depan masyarakat Torut yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Untuk diketahui, Kapten Inf Safri Dasi mengharapkan ketersediaan materisl menjadi salahsatu faktor penting untuk kelancaran pekerjaan. Material dalam pengecoran telah tersedia dilokasi.
***Megasari/Yustus


0 Komentar