Palembang, cakrawalanews.net ][

Kemacetan panjang yang berulang terjadi di jalur Palembang–Betung menjadi perhatian serius Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Selatan (Sumsel). Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga mulai memberikan tekanan terhadap aktivitas dan biaya operasional dunia usaha.

Ketua Apindo Sumsel Zewwy Salim menilai percepatan pembangunan Tol Palembang–Jambi menjadi salah satu solusi penting untuk memperkuat konektivitas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap jalur utama yang saat ini menjadi tumpuan pergerakan orang maupun distribusi barang.

Menurut Zewwy, persoalan kemacetan di jalur tersebut bukan lagi kejadian yang bersifat insidental. Ketika terjadi kecelakaan, kendaraan mengalami kerusakan atau terdapat pekerjaan peningkatan jalan, antrean kendaraan dapat mengular dan menyebabkan waktu tempuh membengkak hingga berjam-jam.

Kondisi tersebut kembali terlihat dalam pekerjaan peningkatan jalan di KM 14. Proses pengecoran yang membuat salah satu jalur tidak dapat dilalui menyebabkan arus kendaraan harus menggunakan satu jalur secara bergantian sehingga kemacetan berlangsung panjang.

“Waktu tempuh menjadi lebih panjang, konsumsi bahan bakar meningkat, biaya operasional kendaraan bertambah, serta pengiriman barang dan jasa berpotensi mengalami keterlambatan,” ujar Zewwy Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, bagi sektor usaha, waktu perjalanan memiliki nilai ekonomi. Kendaraan yang terlalu lama berada di jalan akan menambah penggunaan bahan bakar dan biaya operasional, sementara keterlambatan distribusi dapat mengganggu rantai pasok hingga pelayanan kepada konsumen.

Tidak hanya perusahaan transportasi, dampak tersebut juga dapat dirasakan pelaku usaha yang bergantung pada kelancaran distribusi bahan baku maupun produk. Semakin lama barang tertahan di perjalanan, semakin besar pula potensi biaya yang harus ditanggung.

“Apabila kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, maka akan meningkatkan beban biaya bagi pelaku usaha dan pada akhirnya dapat memengaruhi daya saing,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Apindo Sumsel mendorong agar pembangunan Tol Palembang–Jambi dapat dipercepat. Kehadiran jalan tol dinilai akan memberikan pilihan jalur yang lebih efisien, sekaligus membantu mengurai kepadatan lalu lintas pada jalur eksisting Palembang menuju Betung.

Zewwy mengatakan Apindo Sumsel terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam menyampaikan aspirasi dunia usaha. Menurutnya, percepatan pembangunan harus tetap dilakukan secara terukur dengan tidak mengesampingkan kualitas pekerjaan maupun keselamatan pengguna jalan.

Di tengah proses pembangunan, ia juga meminta agar aspek pengaturan lalu lintas mendapat perhatian serius. Rekayasa lalu lintas, pengaturan kendaraan serta pemberian informasi kepada pengguna jalan perlu dilakukan secara maksimal agar pekerjaan konstruksi tidak menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

“Pada intinya, bagi Apindo, infrastruktur yang baik bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi strategis untuk menurunkan biaya logistik, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing ekonomi Sumatera Selatan,” pungkas Zewwy.

(W/A)