PALEMBANG, cakrawalanews ][

Pemerintah Kecamatan Ilir Timur II terus mendorong lahirnya inovasi pelayanan dan pemberdayaan masyarakat yang sederhana, namun memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu inovasi yang kini dikembangkan adalah “Lintas Pakem”, yang memanfaatkan keberadaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di tingkat kelurahan untuk melakukan patroli keamanan lingkungan sekaligus mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Camat Ilir Timur II, Arya Andriana, SSTP., MM, menjelaskan bahwa gagasan tersebut berawal dari hasil monitoring ke sejumlah kelurahan. Salah satunya ditemukan di Kelurahan Dua Ilir, di mana Linmas diberdayakan bersama ketua RT dan RW untuk melakukan patroli lingkungan secara rutin, khususnya pada malam Sabtu dan Minggu.

Menurut Arya, kegiatan tersebut kemudian dinilai layak dikembangkan menjadi sebuah inovasi karena memenuhi sejumlah unsur penting dalam inovasi, yakni melibatkan banyak pihak, memberikan manfaat bagi masyarakat luas, serta dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Menurut saya, inovasi itu tidak harus sesuatu yang besar. Yang penting melibatkan banyak pihak, bermanfaat untuk orang banyak dan berkelanjutan,” ujar Arya.

Melalui konsep Lintas Pakem, Linmas tidak hanya diarahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki peran dalam mendeteksi berbagai potensi gangguan di lingkungan, mulai dari pencurian, tindakan yang mengganggu ketertiban, hingga perbuatan asusila.

Selain aspek keamanan, patroli malam tersebut juga diharapkan dapat mendukung program Pemerintah Kota Palembang dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Kalau misalnya terjadi kebakaran pada malam hari dan cepat diketahui, masyarakat bisa segera mengambil tindakan awal dan melaporkannya. Dengan begitu penanganan bisa lebih cepat,” jelasnya.

Arya menilai, deteksi dini terhadap kebakaran maupun kejadian lainnya juga berpotensi memberikan efisiensi bagi pemerintah. Semakin cepat suatu kejadian diketahui dan ditangani pada tahap awal, semakin kecil kemungkinan dampak yang ditimbulkan.

“Kalau kebakaran cepat diketahui dan bisa dipadamkan oleh warga pada tahap awal, tentu dampaknya bisa diminimalkan. Ini juga berarti ada efisiensi dalam penggunaan sumber daya pemerintah,” katanya.

Ia mengatakan, konsep tersebut mulai dikembangkan untuk diterapkan di kelurahan lainnya di Kecamatan Ilir Timur II. Ke depan, pihaknya berharap Lintas Pakem dapat diterapkan di seluruh kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Ilir Timur II.

Tidak berhenti di tingkat kecamatan, Arya juga berharap inovasi tersebut dapat direplikasi oleh kecamatan lain di Kota Palembang.

“Harapan saya, Lintas Pakem ini bisa dilaksanakan di seluruh kelurahan yang ada di Kecamatan Ilir Timur II dan mudah-mudahan bisa direplikasi oleh kawan-kawan di 17 kecamatan lainnya,” ungkapnya.

Menurut Arya, keunggulan konsep tersebut terletak pada kemudahannya untuk diterapkan. Setiap kelurahan pada dasarnya telah memiliki Linmas, sehingga pemerintah hanya perlu mengoptimalkan dan menggerakkan sumber daya yang sudah tersedia.

Ia pun mengajak jajaran pemerintahan dan masyarakat untuk menjadikan inovasi tersebut sebagai motivasi dalam menciptakan berbagai terobosan baru yang sederhana tetapi berdampak langsung.

“Setiap kelurahan punya Linmas. Tinggal bagaimana diberdayakan dan digerakkan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bagi kawan-kawan yang lain untuk membuat inovasi dan mereplikasinya,” pungkas Arya.

Dengan demikian, Lintas Pakem diharapkan bukan sekadar kegiatan patroli malam, melainkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan tiga aspek sekaligus, yaitu keamanan dan ketertiban, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.

***