SULSEL, Cakrawalanews.net - Hari ini genap 10 hari sejak gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang Flores. Namun, bagi masyarakat yang terdampak, bencana itu belum benar-benar berakhir.
Hal tersebut diutarakan pemerhati sosial Makassar, Beny Am bahwa, selama sepuluh hari berturut-turut, gempa susulan masih terjadi. Setiap getaran menghadirkan kembali rasa takut, kecemasan, dan trauma. Banyak saudara kita masih memilih bertahan di tenda pengungsian, meninggalkan rumah yang tidak lagi terasa aman.
Pertanyaan yang terus terucap sederhana di dalam setiap hati manusia tetapi begitu dalam yakni, sampai kapan kami harus menghadapi keadaan seperti ini?
Tidak ada yang mampu memastikan kapan gempa susulan akan berhenti. Yang dapat dilakukan para pengungsi hanyalah bertahan, saling menguatkan, dan memasrahkan hidup kepada Tuhan.
Dalam situasi seperti ini, kebutuhan hidup mereka pun masih sangat bergantung pada uluran tangan, bantuan pemerintah, Gereja, lembaga kemanusiaan, para donatur, komunitas, serta siapa saja yang masih memiliki kepedulian.
Karena itu ucapnya, mari kita jangan berhenti peduli hanya karena berita tentang bencana mulai berkurang.
Bagi kita," mungkin bantuan yang diberikan terasa kecil. Tetapi bagi keluarga yang sedang kehilangan rumah, makanan, rasa aman, dan kepastian hari esok, bantuan itu adalah tanda bahwa mereka tidak sendirian," jawabnya.
Mari mengetuk lebih banyak hati, mari menguatkan mereka yang sedang bertahan dan mari berbagi apa yang kita mampu.
Flores tidak hanya membutuhkan bantuan pada hari pertama bencana. Flores membutuhkan kepedulian selama saudara-saudara kita masih berada dalam masa pemulihan.
Semoga setiap tangan yang memberi menjadi berkat, setiap langkah kemanusiaan menjadi penguat, dan setiap bantuan sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
"Mari bergerak bersama, untuk kemanusiaan, untuk Flores, untuk saudara-saudara kita, ajak Beny.
Tuhan menguatkan dan melindungi seluruh korban serta para pengungsi.
***Megasari/Yustus

0 Komentar