Singkawang, Kalimantan Barat, cakrawalanews.net ][

DPRD Kota Singkawang meminta PT PLN (Persero) UP3 Singkawang, komitmen dengan mengakhiri pemadaman listrik bergilir paling lambat 11 Juli 2026.

Susuai rapat yang sudah di bahas pada tanggal 8 juli 2026 yang di gelar di ruang utama kantor DPRD kota Singkawang.

Dikarenakan hambatan  pasokan listrik yang telah terjadi beberapa hari terakhir berdampak terhadap aktivitas Masyarakat,UMKM,sektor jasa dan pariwisata.

Ketua Komisi II DPRD Singkawang Harry Sarasati Widha S mengatakan, DPRD hanya ingin memastikan konsistensi dan keseriusan PLN dalam menyelesaikan persoalan pemadaman listrik  bergilir sesuai target yang telah disampaikan kepada masyarakat.

Dalam pembahasan ini kami mempertanyakan konsistensi dan komitmen manajemen PLN untuk merealisasikan bahwa pemadaman listrik bergilir dapat diselesaikan pada 11 Juli 2026. katanya pada rapat dengar pendapat yang difasilitasi DPRD Singkawang bersama Masyarakat Peduli Singkawang dan manajemen PLN UP3 (persero) Singkawang di Ruang Rapat Utama DPRD Singkawang, pada hari Rabu tanggal 8 juli 2026.

Beliau hanya ingin kepastian dalam persoalan pemulihan pasokan listrik yang menjadi hal penting mengingat Singkawang merupakan kota yang bertumpu pada sektor jasa dan pariwisata. Pemadaman listrik bergilir menurut beliau, sangat berdampak terhadap aktivitas pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga masyarakat secara umum.

Selain mempercepat normalisasi pasokan listrik, DPRD juga meminta PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan sesuai ketentuan yang berlaku, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Kami berharap PLN meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan memenuhi hak-hak pelanggan yang terdampak" ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Singkawang Harry Sarasati Widha S  juga Menghimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terprovokasi selama proses pemulihan kelistrikan.

Selain itu, perwakilan Masyarakat Peduli Singkawang Roby Sanjaya, menyampaikan berbagai keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Menurut pendapatnya, dalam rapat dengar pendapat, PLN kembali menyampaikan komitmen bahwa pemadaman bergilir akan berakhir pada 11 Juli 2026.

"Komitmen inilah yang benar-benar kami minta untuk direalisasikan karena pemadaman listrik bergilir sangat berdampak terhadap masyarakat" ujarnya.

Masyarakat peduli Singkawang juga mengusulkan DPRD membentuk panitia kerja,terkait pengawasan pelayanan publik di Kota Singkawang serta mengadakan rapat dengar pendapat secara berkala, minimal setiap tiga bulan, agar persoalan pelayanan publik dapat dievaluasi secara rutin tanpa harus menunggu munculnya permasalahan.

Terkait kompensasi, Roby mengatakan PLN menjelaskan akan mengusulkan pemberian kompensasi kepada pelanggan pascabayar maupun prabayar. Pelanggan pascabayar akan memperoleh pengurangan tagihan listrik, sedangkan pelanggan prabayar akan mendapatkan penambahan token listrik sesuai mekanisme yang berlaku.

Kami akan mengawal realisasi kompensasi tersebut. Jika setelah 11 Juli masih terjadi pemadaman listrik bergilir, kami akan mempertimbangkan langkah lanjutan sesuai mekanisme yang berlaku," ujarnya.

Sebelumnya, Manajer PT PLN (Persero) UP3 Singkawang Made Hary Palguna menjelaskan pemadaman bergilir terjadi akibat gangguan pada sistem suplai pembangkit yang memasok kebutuhan listrik Kota Singkawang.

Harry juga mengatakan selama proses pemulihan, PLN memprioritaskan penyaluran listrik ke fasilitas penting seperti rumah sakit dan kantor pelayanan publik agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan semestinya.

PLN juga mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat perbaikan, sehingga pasokan listrik di Kota Singkawang dapat segera kembali normal dan pemadaman listrik bergilir dihentikan sesuai target yang telah disampaikan kepada masyarakat.

D.R.H