Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo merupakan masjid tertua di Sumatera Selatan yang memiliki nilai sejarah tinggi

PALEMBANG, cakrawalanews.net ||

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarulama, tokoh agama, dan masyarakat sekaligus mengajak umat Islam melakukan introspeksi diri menuju kehidupan yang lebih baik, dilaksanakan di Masjid agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang.

"Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Agung Palembang, Kemas Ahmad Idham, mengatakan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan ajang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kualitas keimanan,Senin (15/06/2026).

"Yang diwawancarai oleh awak media Hari ini kita telah menyelesaikan acara memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Inti dari kegiatan ini yang pertama adalah silaturahmi, mengumpulkan para alim ulama di Masjid Agung Palembang, khususnya dari Kota Palembang dan umumnya dari Sumatera Selatan," ujar Kemas Ahmad Idham.

"Ia menjelaskan, Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo merupakan masjid tertua di Sumatera Selatan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Masjid tersebut dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo pada tahun 1738 dan menjadi salah satu simbol perkembangan Islam di Bumi Sriwijaya.

"Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai waktu untuk berhijrah ke arah yang lebih baik dengan terus memperbaiki diri serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Dengan momentum Tahun Baru Islam ini, kita menyikapinya dengan memperbaiki diri, lebih mawas diri, berhijrah dari masa lalu menuju masa depan yang lebih baik, namun tetap tidak lepas dari rambu-rambu dan tuntunan Allah SWT," katanya.

"Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan tausiyah mengenai pentingnya memahami empat tingkatan perjalanan spiritual dalam Islam, yakni tasawuf, tarekat, hakikat, dan makrifat. Keempatnya dinilai saling berkaitan dalam membina jasmani dan rohani manusia.

"Dijelaskan bahwa tasawuf berfungsi membenahi rasa, tarekat membina hati, hakikat membina jiwa atau nyawa, sedangkan makrifat membina rahasia diri. Keseluruhan tahapan tersebut harus dipahami dan dijalankan secara seimbang agar manusia mampu mencapai kesempurnaan dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Lebih lanjut, Kemas Ahmad Idham menyampaikan bahwa Masjid Agung Palembang akan terus menjadi pusat kegiatan keagamaan, khususnya dalam memperingati hari-hari besar Islam.

"Kegiatan-kegiatan di Masjid Agung ini tentunya tidak lepas dari peringatan hari besar Islam seperti Isra Mikraj, Maulid Nabi Muhammad SAW, Nuzulul Quran, Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Islam, serta berbagai haul para syekh yang ada di Masjid Agung ini," jelasnya.

"Ia berharap generasi muda semakin aktif terlibat dalam berbagai kegiatan keislaman yang diselenggarakan di masjid sehingga nilai-nilai Islam dapat terus diwariskan kepada generasi penerus.

"Kami berharap anak-anak muda dapat terus berpartisipasi dalam setiap kegiatan hari besar Islam sehingga kecintaan terhadap agama dan masjid semakin tumbuh di kalangan generasi muda," pungkasnya.

(boi)