Palembang, cakrawalanews.net ||

Haul ke-5 KH. KGS Ahmad Nawawi Dencik Al-Hafizh diperingati di Pondok Pesantren Ahlul Qur’an, Jalan Rama Raya RT 45 RW 11, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Selasa (16/6/2026). Peringatan ini bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bidang Ekbang & Investasi Pemkot Palembang didampingi Kabag Kesra, Camat Alang-Alang Lebar, mantan Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya, serta Sultan Palembang Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.

Pimpinan Ponpes Ahlul Qur’an, KGS Adnan Magfur, M.H., Al-Hafizh, mengatakan saat ini terdapat 78 santri aktif yang menempuh pendidikan tahfizh. Jumlah itu diharapkan terus bertambah seiring dukungan masyarakat.

“Yang kami jual di sini pertama tetap Al-Qur’an. Tapi kami juga hidupkan semangat teknologi. Buktinya banyak aplikasi yang lahir dari santri Ahlul Qur’an sendiri. Jadi santri kami bukan hanya fasih baca Al-Qur’an, tetapi juga bisa bersaing di bidang digital,” ujarnya.

Al-Qur’an + Teknologi, Santri Siap Bersaing

Konsep itu menjadi pembeda. Santri digembleng menjadi penghafal Al-Qur’an sekaligus dibekali keterampilan digital. Ada program khusus yang mengasah logika coding, desain aplikasi, hingga pengembangan perangkat lunak sederhana.

Tujuannya melahirkan generasi Qur’ani yang tidak gagap teknologi. Lulus dari pesantren, mereka siap melanjutkan kuliah, bekerja, atau merintis usaha sendiri. “Jangan kira pesantren cuma ngaji. Di sini anak-anak juga belajar bikin aplikasi. Itu lahir dari tangan santri sendiri. Harapannya mereka jadi penghafal Al-Qur’an yang melek teknologi,” lanjut KGS Adnan.

Ajak Masyarakat dan Pesan untuk Alumni  

Pimpinan pesantren mengajak orang tua yang ingin anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an sekaligus memiliki keterampilan masa depan untuk mendaftar di Ponpes Ahlul Qur’an. “Bagi yang mendengar dan membaca ini, silakan daftarkan anaknya ke Pondok Pesantren Ahlul Qur’an. Kami sambut dengan senang hati,” ajaknya.

Untuk alumni, ia berpesan agar tidak memutus silaturahmi dengan kiai. Silaturahmi disebut sebagai kunci keberkahan ilmu dan rezeki. “Dekat dengan gurunya, dekat juga dengan surga dan rezekinya. Itu yang menambah keberkahan untuk kita semua,” pesannya.

Target Tarik Beasiswa

Saat ini operasional pesantren masih bertumpu pada swadaya santri dan orang tua. Ke depan, manajemen membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga untuk beasiswa. “Saat ini basisnya masih dari santri. Tapi nanti mungkin akan bisa menarik pihak ketiga yang ingin membiayai atau memberi beasiswa,” jelasnya.

Dengan 78 santri aktif, pesantren optimistis jumlahnya akan terus naik. Targetnya melahirkan generasi hafal Al-Qur’an, berakhlak, dan berdaya saing.

*boi*