Palembang, cakrawalanews.net ||

Festival Palembang Darussalam XXII Tahun 2026 resmi dibuka Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Rabu, 24/6/2026. Kegiatan yang digelar di Gedung AEKI/Gedung Kopi, Jalan Diponegoro, Kecamatan Bukit Kecil, itu menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kota Palembang ke-1343.

Festival yang diselenggarakan Kerukunan Keluarga Palembang (KKP) ini menghadirkan berbagai kegiatan budaya, seni, dan ekonomi kreatif. Selain menjadi sarana pelestarian warisan budaya, festival juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah dan tradisi Palembang.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengapresiasi konsistensi KKP yang terus menggelar Festival Palembang Darussalam setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga nilai budaya dan sejarah yang menjadi identitas masyarakat Palembang.

“Untuk itu, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi kegiatan ini, apalagi ini dalam rangka pelestarian nilai-nilai budaya. Banyak nilai, banyak historis yang kita dapatkan,” ujarnya saat diwawancarai awak media.

Ratu Dewa mengatakan festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah daerah. Ia menekankan pentingnya memperkenalkan warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kita berharap generasi muda yang akan datang bisa memahami Kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia. Maka dari itu, dari mulai hal yang terkecil sampai budaya yang ada di Palembang perlu terus dilestarikan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan modernisasi tidak boleh menghilangkan nilai budaya dan religius yang selama ini menjadi karakter masyarakat Palembang. Nilai tersebut harus tetap dijaga dan dikembangkan agar relevan dengan kehidupan masa kini.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Palembang Darussalam XXII, RM Yusuf Indra Kesuma, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu digelar bertepatan dengan Hari Jadi Kota Palembang. Festival difokuskan pada pelestarian budaya, seni, dan nilai religius yang menjadi bagian dari sejarah Palembang.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang juga memeriahkan Hari Jadi Kota Palembang. Selain budaya, kami juga melibatkan pelaku UMKM dari 18 kecamatan binaan KKP,” ungkapnya.

Yusuf menjelaskan puluhan pelaku UMKM turut berpartisipasi melalui bazar produk unggulan daerah. Keterlibatan UMKM diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung.

Festival Palembang Darussalam XXII menampilkan bazar makanan tradisional, kerajinan tangan, pameran lukisan, lomba mewarnai, hingga pertunjukan sarofal anam. Melalui kegiatan tersebut, warisan budaya Palembang diharapkan terus dikenal, dilestarikan, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

*boi*