Tujuan utama pelatihan adalah menyamakan pemahaman, konsep, dan metodologi seluruh petugas agar pelaksanaan sensus berjalan seragam di seluruh Indonesia

OGAN ILIR, cakrawalanews.net ||

Sebanyak 393 petugas Sensus Ekonomi (SE) Kabupaten Ogan Ilir (OI) mengikuti pelatihan sebagai bekal sebelum turun langsung ke lapangan melakukan pendataan berbagai aktivitas usaha masyarakat, dilaksanakan di hotel Emilia Palembang.

Pelatihan yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026,Rabu (10/06/2026).

Yang diwawancarai oleh awak media Kepala BPS Ogan Ilir,Sukendro Suryo Wiguno, SST, M.Ec.Dev. menjelaskan, pelatihan yang saat ini berlangsung merupakan gelombang ketiga. Kegiatan tersebut telah dimulai sejak 1 Juni 2026 karena jumlah petugas yang cukup banyak sehingga harus dibagi menjadi beberapa gelombang.

"Ini sebenarnya gelombang ketiga. Pelatihan sudah dimulai sejak tanggal 1 Juni karena jumlah petugas yang dilatih cukup banyak, yakni 393 orang khusus di Ogan Ilir. Karena itu dibagi menjadi tiga gelombang," ujarnya.

Menurutnya, tujuan utama pelatihan adalah menyamakan pemahaman, konsep, dan metodologi seluruh petugas agar pelaksanaan sensus berjalan seragam di seluruh Indonesia.

"Kita sedang menyamakan konsep dari Sabang sampai Merauke. Apa yang akan dilakukan di lapangan, apa yang akan ditanyakan kepada responden, sehingga nanti petugas benar-benar mendapatkan data sesuai yang diharapkan," katanya.

Para petugas mendapatkan pembekalan mengenai berbagai konsep dasar dalam sensus ekonomi, mulai dari definisi usaha, rumah tangga usaha, omzet, jumlah tenaga kerja, hingga status pekerjaan yang nantinya menjadi bagian dari data yang akan dikumpulkan.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para petugas diharapkan memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga siap diterjunkan ke lapangan sesuai wilayah kerja masing-masing.

"Mereka akan turun ke lapangan mulai 15 Juni sampai 31 Agustus. Setiap petugas akan dibagi sesuai wilayah tugasnya dan harus memastikan seluruh usaha yang ada di wilayah tersebut terdata. Tidak boleh ada satu pun yang tertinggal," tegasnya.

BPS Ogan Ilir juga telah melakukan berbagai upaya sosialisasi kepada masyarakat guna mendukung kelancaran pelaksanaan sensus. Selain melalui pemerintah daerah, informasi mengenai kegiatan tersebut juga disebarluaskan melalui pemasangan spanduk di desa-desa, RT, hingga pasar-pasar.

"Kami berharap masyarakat mengetahui adanya kegiatan ini. Bahkan sudah ada surat edaran dari Gubernur, Bupati, dan Wali Kota sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan sensus ekonomi," jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu menerima petugas sensus yang datang ke lokasi usaha maupun tempat tinggal mereka. Petugas resmi nantinya akan dilengkapi atribut berupa rompi, name tag, serta kartu identitas resmi.

"Kalau ada petugas datang dengan atribut lengkap dan tanda pengenal resmi, jangan ragu. Berikan jawaban yang lengkap dan akurat," imbaunya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan perpajakan dan seluruh informasi yang diberikan masyarakat dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.

"Data yang dikumpulkan tidak ada hubungannya dengan pajak. Data tersebut bersifat rahasia dan nantinya hanya disajikan dalam bentuk agregat atau gabungan, bukan data per perusahaan atau per usaha," tegasnya.

Menurutnya, hasil sensus nantinya akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur perekonomian di Kabupaten Ogan Ilir, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, industri, pertambangan, perbankan, hingga berbagai jenis usaha lainnya.

"Melalui sensus ini nantinya akan terlihat sektor ekonomi apa yang paling dominan di Ogan Ilir, baik pertanian, perdagangan, industri, pertambangan maupun sektor lainnya. Semua akan tergambar secara lengkap," ujarnya.

Terkait wilayah yang sulit dijangkau, termasuk daerah perairan dan kawasan yang harus ditempuh melalui jalur sungai, BPS Ogan Ilir mengaku telah melakukan pemetaan dan mitigasi sejak awal agar seluruh wilayah tetap dapat terdata secara menyeluruh.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, BPS berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Ogan Ilir dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah di masa mendatang.

(boi)