![]() |
| Semenjak YS menjabat Kepsek, tidak tahu peruntukan dana BOS untuk apa saja dan diapakan, karena setiap musyawarah, kalau ada yang yang nggak sepaham dengan YS bisa teriak-teriak orangnya |
TANGGAMUS || Cakrawalanews.net ||
Sejumlah Guru dan Puluhan wali Murid meminta dalam waktu dekat Inspektorat dan Dinas Pendidikan Tanggamus adakan pemeriksaan menyeluruh di SDN 3 Tiuh Memon kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus Lampung.
Pasalnya, dimana Menurut penuturan inisial ND salah satu wali murid, selama Yusrina (YS) menjabat sebagai kepala sekolah (Kepsek) di SDN III Tiuh Memon terkesan Arogan dan tak terima kritik.
Parahnya lagi, dalam lingkungan sekolah YS diduga kerap melontarkan kata - kata kasar ke murid yang tak pantas dilontarkan oleh siapa pun apalagi dari seorang tenaga pendidik terlebih Ia sebagai Kepsek.
"Parah Bang, saat ini para wali murid resah atas sikap YS, sapa orang tua yang nggak emosi kalau anak kita kerap disebut 'SE*AN' oleh YS. Anak nakal di lingkungan sekolah itu hal yang wajar, karna emang lagi masanya. Namanya juga anak-Anak. Kalo muridnya dianggap 'SE*AN' terus gurunya mau kita sebut apa?,” ungkap ND dengan nada kesal.
Lanjutnya, kemarin sudah sudah kita laporkan langsung ke Dinas Pendidikan, Rasa mosi tidak percaya kami atas kepimpinan YS selaku Kepswk, namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya.
"Kami berharap Kepsek SDN 3 Tiuh memon ini dicopot. Bahkan lebih dari 40 wali murid sudah menanda tangani kesepakatan ini, sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap prilaku YS yang terkesan Arogan. Saran dan kritikan yang kami lontarkan ini semata-mata karena kami perduli dengan keadaan sekolah ini, bukan benci pada pribadi YS,” tegasnya.
Selain arogansi, beberapa dewan guru menilai dalam pengelolaan dana BOS pun minim transparansi dan diduga tidak tepat sasaran sehingga berpotensi merugikan pihak sekolah.
Menurut sumber lain yang minta identitasnya dirahasiakan, menguatkan apa yang yang menjadi keluhan para wali murid.
Bahkan, sumber juga menuturkan rasa ketidak nyamanan para dewan guru atas sikap YS yang kerap berbicara kasar, serta terkesan tertutup dalam pengelolaan dana BOS.
"Semenjak YS menjabat Kepsek di sini, kami tidak tahu peruntukan dana BOS untuk apa saja dan diapakan, karena setiap kami musyawarah, kalau ada yang yang nggak sepaham dengan YS bisa teriak-teriak orangnya,” ucap sumber.
Dilanjutkan sumber, bahkan, parahnya lagi tanaman pisang yang ada di lingkungan sekolah dikontrakkan oleh YS. Hasil penjualan pisangnya diduga untuk kepentingan pribadinya.
Saat dikonfirmasi, YS selaku Kepsek, Jum’at (08/05/26) di ruang kerjanya, ia dengan tegas membantah atas apa yang dituduhkan sumber.
“Nggak benar itu Bang, saya nggak pernah berbicara kasar ke murid. Apalagi mengunakan kata yang tak pantas untuk diucapkan. Ini di lingkungan sekolah. Kita disini kalau ngomong itu harus hati-hati, karna apa yang kita katakan itu nanti akan ditiru anak-anak,” tepisnya.
Kemudian YS menerangkan, perlu diketahui bahwa lingkungan disini bisa dikatakan sepi bukan dari lingkungan yang alim.
Anak-anaknya juga banyak yang dari luar yang sering kalau bicara itu agak kasar, dan kami dari pihak sekolah berupaya dan mengajarkan agar anak-anak saat berbicara dengan orang yang lebih tua itu harus sopan dan santun,” kilahnya.
Terkait pengelolaan BOS, dikatakannya bahwa semua memang begitu pembelanjaan kita melalui ARKAS yang sudah ditetapkan dari dinas, ya nggak semua harus kita buka dan orang tau,” ujarnya.
Dan untuk kebun pisang, memang betul itu tanah milik sekolah, tapi saya tanam ngupah orang pakai dana pribadi, hasil pisangnya juga saya yang jual. Uangnya ada juga saya serahkan ke bendahara, untuk kepentingan sekolah.
Sebagai bentuk kepedulian dan untuk kemajuan sekolah, warga berharap kepada Dinas Pendidikan Tanggamus, agar YS secepat mungkin dicopot dari jabatannya untuk menjaga kenyamanan di lingkungan sekolah.
(Bahe/Subhan)

0 Komentar