Lilik menegaskan bahwa apa yang dilakukan murni bentuk kepedulian terhadap kondisi ketenagakerjaan dan kegelisahan sebagai salah satu anak muda di Blora

BLORA, cakrawalanews.net ||

Kejadian bermula saat kegiatan Ngopi bareng Forkopimda 'Blora Ramah Investasi' yang digelar di Polres Blora, pada Selasa (26/05/2026).

Diketahui, salah seorang peserta bernama Lilik. Dalam forum tersebut Lilik secara spontan ingin menyampaikan gagasannya agar arah investasi di Blora difokuskan pada sektor padat karya, seperti industri sepatu, tas, dan garmen. Hal itu dinilai relevan dengan kondisi riil di lapangan, dimana banyak lulusan SMA, SMK, hingga sarjana asal Blora harus merantau ke luar daerah untuk mencari pekerjaan.

Namun, saat menyampaikan pendapatnya, moderator disebut justru memotong pembicaraan dan meminta aparat Satpol PP untuk mengeluarkannya dari forum.

Bahkan upaya pengusiran terjadi hingga dua kali sebelum akhirnya, Lilik memilih walk out secara mandiri.

Lilik menegaskan bahwa apa yang dilakukan murni bentuk kepedulian terhadap kondisi ketenagakerjaan dan kegelisahan sebagai salah satu anak muda di Blora. "Saya hanya ingin menyampaikan realita yang terjadi.

Banyak anak-anak Blora harus keluar kota untuk bekerja.

Forum ini seharusnya menjadi ruang solusi bersama, bukan malah membungkam suara. Dari awal kurang lebih 3 jam cuma teori-teori dan sedikit-sedikit membahas minyak. Padahal yang dibahas itu-itu saja. Dan fokuslah pada padat karya, seperti pabrik sepatu, tas, baju, garmen dan lain sebagainya,"ujarnya. la juga mengungkapkan bahwa selama ini dirinya telah aktif mengupayakan masuknya investasİ padat karya ke Blora.

Di antaranya dengan mengirimkan surat ke sejumlah perusahaan di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta melakukan audiensi langsung dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Yasin. 

Dengan adanya insiden ini, masyarakat diimbau untuk tidak langsung menelan mentah-mentahinformasi yang beredar, terutama yang berpotensi memutarbalikkan fakta. 

Di sisi lain, kejadian ini menjadi sorotan terhadap profesionalitas penyelenggara forum, BPE Blora,

Publik berharap adanya evaluasi internal, termasuk dalam hal penunjukan moderator agar lebih bijak dan mampu menjaga ruang diskusi tetap kondusif.

*Bima*