![]() |
| Pelaksanaan PD-PKPNU PWNU Sumsel menghadirkan Koordinator Nasional PD-PKPNU, KH Amir Ma’ruf, sebagai Koordinator Instruktur Pendidikan |
PALEMBANG, cakrawalanews.net ||
PWNU Sumatera Selatan melalui Lakpesdam NU Sumsel kembali memperkuat kaderisasi organisasi dengan menggelar Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II di Balai Diklat Keagamaan Palembang, Jumat–Minggu (29–31/05/2026).
Kegiatan ini diikuti 130 peserta dari berbagai unsur Nahdlatul Ulama di Sumatera Selatan. Peserta berasal dari utusan PWNU Sumsel, lembaga, badan otonom (Banom), PCNU se-Sumsel, hingga pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU).
PD-PKPNU menjadi bagian penting dalam penguatan kaderisasi NU di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Pelaksanaan PD-PKPNU PWNU Sumsel menghadirkan Koordinator Nasional PD-PKPNU, KH Amir Ma’ruf, sebagai Koordinator Instruktur Pendidikan. Kehadiran tokoh nasional kaderisasi NU tersebut memperkuat arah gerakan kaderisasi yang dibangun NU di berbagai daerah.
Ketua Lakpesdam NU Sumsel, Hernoe Roesprijadjie, S.IP., M.H., M.Si., mengatakan pendidikan kader menjadi kebutuhan mendesak bagi Nahdlatul Ulama saat ini. Menurutnya, kader NU harus memiliki pemahaman keorganisasian, wawasan kebangsaan, serta kemampuan sosial agar mampu bergerak tepat di tengah masyarakat.
“Kader NU hari ini harus dibekali ilmu dan pemahaman yang baik agar dapat bergerak dengan tepat, terarah, dan memberikan manfaat di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kaderisasi NU bukan sekadar kegiatan formal, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan jam’iyah Nahdlatul Ulama di masa mendatang. Peserta PD-PKPNU diharapkan menyerap seluruh materi dari instruktur dan mengimplementasikannya di lingkungan ranting, MWC, maupun cabang.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti proses pendidikan ini dengan sungguh-sungguh sehingga lahir kader-kader penggerak NU yang mampu menjaga tradisi, memperkuat organisasi, dan menjawab tantangan zaman,” katanya.
Ketua PWNU Sumatera Selatan, KH M. Hendra Zainuddin Al Qodiri, mengapresiasi Lakpesdam NU Sumsel yang dinilai berhasil menyelenggarakan kaderisasi secara berkelanjutan. Menurutnya, PD-PKPNU menjadi instrumen penting menjaga kekuatan NU, terutama di tingkat akar rumput. Kaderisasi yang baik akan melahirkan generasi penerus NU yang menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
“Saya mengapresiasi Lakpesdam NU Sumsel yang terus bergerak melakukan kaderisasi. Ini langkah penting untuk memperkuat jam’iyah Nahdlatul Ulama hingga tingkat paling bawah,” tegasnya.
KH M. Hendra Zainuddin juga menekankan pentingnya soliditas kader menghadapi perubahan sosial era modern. NU membutuhkan kader yang tidak hanya memahami tradisi keagamaan, tetapi juga mampu menjawab tantangan masyarakat kontemporer.
“NU hari ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu kader harus kuat secara ideologi, matang secara organisasi, dan mampu hadir memberikan solusi di tengah masyarakat,” katanya.
Koordinator Nasional PD-PKPNU KH Amir Ma’ruf menjelaskan, arah utama kaderisasi NU adalah menggerakkan jam’iyah hingga tingkat paling bawah. Kader penggerak harus menjadi motor organisasi dan penghubung antara masyarakat dengan nilai-nilai perjuangan NU.
“Tujuan utama PD-PKPNU adalah menggerakkan jam’iyah Nahdlatul Ulama hingga ke tingkat paling bawah. Kader harus hadir menjadi penggerak organisasi sekaligus penjaga nilai-nilai ke-NU-an,” jelasnya.
Ia menegaskan kaderisasi tidak boleh berhenti pada aspek administratif. Kader NU harus memiliki semangat pengabdian, loyalitas terhadap jam’iyah, dan kepedulian sosial tinggi. Perubahan zaman harus dijawab dengan SDM NU yang berkualitas, sehingga pendidikan kader seperti PD-PKPNU sangat strategis.
Pembukaan PD-PKPNU PWNU Sumsel juga dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang merupakan Mustasyar PBNU. Dalam sambutannya, Herman Deru mengungkapkan kedekatannya dengan NU sejak lama. Ia pernah menjadi Bendahara PCNU Kota Palembang tahun 1999. Pengalaman itu memberi pelajaran penting tentang menjaga kultur, adab, dan tradisi organisasi.
“Saya merasakan sendiri bagaimana kultur organisasi berubah seiring perkembangan zaman dan teknologi. Ada beberapa adab dan budaya yang mulai bergeser. Karena itu pendidikan kader seperti PD-PKPNU menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital berdampak besar pada pola komunikasi dan perilaku sosial. Karena itu kader NU harus mampu menjaga tradisi dan nilai moral di tengah arus perubahan. Ia berharap PD-PKPNU PWNU Sumsel melahirkan kader muda yang menjaga marwah organisasi sekaligus menjadi teladan di masyarakat.
Pelaksanaan PD-PKPNU Angkatan II membuktikan keseriusan PWNU Sumsel membangun sistem kaderisasi berkelanjutan. Dengan keterlibatan peserta dari berbagai daerah, kegiatan ini diharapkan memperkuat jaringan kader penggerak NU hingga akar rumput.
Kaderisasi melalui PD-PKPNU dinilai langkah strategis menjaga eksistensi Nahdlatul Ulama sebagai ormas keagamaan terbesar di Indonesia. Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan teknologi, NU terus memperkuat basis kader agar tetap relevan dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
*boi*

0 Komentar