![]() |
| Pihak puskesmas terkesan tertutup dan alergi terhadap media. Padahal, keterbukaan informasi kepada publik merupakan bagian penting dalam pelayanan pemerintah, khususnya di bidang kesehatan |
TANGGAMUS || cakrawalanews.net ||
KUPTD Puskesmas Pasar Simpang Kota Agung Timur diduga sulit ditemui dan enggan memberikan konfirmasi kepada awak media terkait sejumlah informasi. Sorotan tertuju pada realisasi dana kapitasi, BLUD, dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), serta isu pelayanan kesehatan yang berkembang di masyarakat.
Beberapa awak media telah berupaya mendatangi Puskesmas Kota Agung Timur untuk mengonfirmasi program kesehatan dan penggunaan anggaran di lingkungan puskesmas. Namun, upaya tersebut belum mendapat respons yang jelas dari pihak terkait.
Saat awak media menanyakan keberadaan KUPTD pada Rabu (13/05/2026) pukul 13.08 WIB, petugas pelayanan mengatakan yang bersangkutan sedang istirahat dan tidak bisa diganggu.
"Ini masih jam istirahat, Bang. Kalau memang mau bertemu kepala harus buat janji dulu karena beliau banyak kegiatan," ujarnya.
Pada jam berbeda di hari yang sama, pukul 13.23 WIB, petugas lain justru menyampaikan bahwa KUPTD tidak ada di tempat.
Upaya konfirmasi kembali dilakukan pada Selasa (19/05/2026). Namun, petugas pelayanan kembali memberikan jawaban yang sama, bahwa KUPTD tidak berada di tempat.
Kondisi ini menimbulkan penilaian bahwa pihak puskesmas terkesan tertutup dan alergi terhadap media. Padahal, keterbukaan informasi kepada publik merupakan bagian penting dalam pelayanan pemerintah, khususnya di bidang kesehatan.
"Media memiliki fungsi sebagai kontrol sosial dan penyampai informasi kepada masyarakat. Jika pihak instansi sulit dikonfirmasi, tentu akan menimbulkan pertanyaan publik," ujar salah satu awak media.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KUPTD Puskesmas Pasar Simpang Kota Agung Timur belum memberikan tanggapan resmi terkait konfirmasi yang telah disampaikan.
Masyarakat berharap pihak puskesmas dapat lebih terbuka dan menjalin komunikasi yang baik dengan media demi terciptanya transparansi serta pelayanan kesehatan yang profesional dan akuntabel.
(Arsal)

0 Komentar