SULSEL||Cakrawalanews.net 

Yulius Camat Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel) meninjau progres pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Manunggal, Rabu 20 Mei 2026 kemarin.

Dalam peninjauan tersebut, Yulius Camat Tomoni Timur menekankan pentingnya kelayakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta pemenuhan dokumen Sanitasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebelum dapur dioperasikan.

Camat, Yulius sapaan akrabnya, memberi perhatian khusus pada aspek keamanan lingkungan dalam peninjauan tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Camat Tomoni Timur Yulius pada media ini, Kamis 21 Mei 2026 bahwa peninjauan di Desa Manunggal didampingi Koordinator Kecamatan MBG Tomoni Timur, Made Sutrisno, Kepala Dusun Samimulyo, anggota BPD, bersama pemilik dapur MBG Manunggal, Hasbi.

Camat mengecek langaung sejumlah fasilitas penunjang seperti kondisi bangunan, area parkir, akses keluar masuk kendaraan, k3siapan peralatan dapur, hingga kebersihan lingkungan sekitar.

Dimana Yulius memberi perhatian khusus pada sistem IPAL yang dinilai harus sesuai petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN), agar tak menimbulkan dampak pencemaran lingkungan maupun ptotes atau keluhan warga disekitar area lokasi dapur.

Nah," IPAL harus sesuai juknis dari BGN supaya tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Jangan sampwi memicu protes warga karena persoalan limbah," sebutnya.

“Program Makan Bergizi Gratis ini yakni, program yang sangat mulia. Tujuannya agar ibu dan anak memperoleh gizi terbaik. Karena itu, detail teknis di lapangan harus diperhatikan betul nantinya, dari proses penyimpanan, kebersihan dapur, hingga distribusi makanan,” sambungnya.

Camat Tomoni Timur juga mengingatkan pentingnya koordinasi antarinstansi agar standar pelayanan SPPG terus meningkat nantinya. 

“Kita ingin kualitas asupan nantinya, terus meningkat, tapi tetap aman dan sesuai kebutuhan gizi,” pesan Yulius.

Sementara pemilik dapur MBG Desa Manunggal, Hasbi menyampaikan apresiasi atasvkunjungan dan masukan dari pemerintah kecamatan. Hasbi berjanji segera melengkapi seluruh kebutuhan yang menjadi catatan dalam peninjauan tersebut.

"Kalau tak ada halangan atau rintangan, bulan Juni 2026 sudah mulai dioperasikan. Dan saat ini juga kami masih menunggu survei kelayakan operasional dari BGN dan juga penilaian dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lutim terkait IPAL dan SLHS," ujar Hasbi, seraya menambahkan akan melayani 2500 anak didik mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA.

Untuk diketahui bahwa, program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan gizi sebagai investasi jangka panjang pembangunan manusia. Melalui pemenuhan gizi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), program ini diharapkan dapat menekan angka stunting sekaligus memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.


***Megasari/Yustus