![]() |
| Ilustrasi |
KARAWANG | Cakrawalanews.net
Kabar memiriskan kembali menyelimuti pengelolaan aset daerah di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Berdasarkan informasi yang diperoleh, terungkap hilangnya 4 unit traktor pertanian yang merupakan aset resmi milik Balai Benih Padi Kabupaten Karawang. Kehilangan aset bernilai tinggi ini baru diketahui secara terbuka setelah terjadi pergantian pucuk pimpinan di unit kerja tersebut.
Menurut keterangan sumber yang enggan disebutkan identitasnya demi alasan keamanan, keempat unit traktor tersebut sempat ada dan tercatat lengkap saat masa kepemimpinan Pak Sodik selaku Kepala UPTD Balai Benih Padi. Namun, kondisi berubah total ketika jabatan kepala UPTD diserahkan dan digantikan oleh Pak Sahrudin.
"Di masa Pak Sodik, Balai Benih dapat bantuan dan memiliki 4 unit traktor lengkap. Tapi begitu Pak Sodik diganti Pak Sahrudin, baru terkuak fakta bahwa traktor-traktor itu sudah raib, tidak ada di tempat dan tidak diketahui rimbanya," ungkap sumber tersebut, Kamis (14/5).
Hilangnya aset strategis ini baru terungkap saat pihak dinas hendak menggunakan traktor tersebut untuk mengolah lahan persemaian dan pengembangan benih unggul milik pemerintah daerah. Saat petugas turun ke lapangan dan gudang penyimpanan untuk mengambil alat, barang yang seharusnya ada dalam daftar inventaris ternyata tidak dapat ditemukan sama sekali.
Akibat hilangnya keempat traktor tersebut, hingga saat ini kegiatan pengolahan lahan di kawasan Balai Benih Padi menjadi sangat terganggu. Sumber menuturkan, sampai di masa kepemimpinan UPTD yang sekarang, setiap kali akan melakukan penggarapan lahan untuk produksi benih, pihak dinas terpaksa harus menyewa alat pertanian milik para petani atau pihak ketiga.
"Sudah jadi kebiasaan sekarang, kalau mau garap lahan benih, kami harus sewa ke petani luar. Padahal dulu punya alat sendiri, aset daerah yang dibeli pakai uang rakyat, sekarang hilang begitu saja dan kami malah harus keluar biaya sewa lagi," tambahnya dengan nada kecewa.
Yans

0 Komentar