BLORA, Cakrawalanews.net

Setiap hujan durasi lama, Kecamatan Cepu sulit terhindar dari Banjir, Meskipun peristiwa tersebut rutin, namun efeknya cukup membuat warga kerepotan, sayangnya Pemerintah belum memiliki solusi mengatasi banjir hingga saat ini. 


Terbaru, Banjir akibat luapan sungai merendam ratusan rumah di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (11/4). Dalam peristiwa tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia. 


Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blora Agung Triyono mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul 17.15 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Cepu dan daerah hulu sungai selama beberapa jam. 


“Hujan dengan durasi cukup lama di wilayah Cepu dan daerah hulu menyebabkan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa meluap dan merendam permukiman warga,” ujarnya.


Di Kelurahan Cepu, sekitar 125 rumah terendam dengan ketinggian air antara 30 hingga 100 sentimeter. Sementara di Kelurahan Balun, sebanyak 25 rumah terdampak dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 125 sentimeter. 


Banjir juga merendam permukiman di Kelurahan Karangboyo dengan ketinggian air 50 hingga 100 sentimeter, serta berdampak pada dua fasilitas pendidikan dan satu fasilitas umum.


Selain itu, genangan air turut melanda Kelurahan Ngelo dengan ketinggian 30 hingga 50 sentimeter. Di Desa Mulyorejo, air setinggi 20 hingga 30 sentimeter sempat menggenangi ruas jalan provinsi Cepu–Singget dan sebagian rumah warga. 


Pada banjir tadi malam, seorang warga bernama Diana Rosita (48), warga Kelurahan Ngelo, meninggal dunia. Korban diduga tersetrum listrik saat membersihkan rumah setelah banjir mulai surut.


Selain Diana Rosita, diketahui pula anaknya berusia 10 tahun ikut kesetrum di lokasi yang sama dan sempat dibawa ke RS NU Cakra Medika. Beruntung sang anak kini kondisi sudah sadar setelah mendapatkan pertolongan medis. Terdapat luka lecet di lengan tangan sebelah kiri akibat tersengat aliran listrik.


***Bima