Palembang, cakrawalanews.net
Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mempererat silaturahmi dengan kader, simpatisan, dan masyarakat. Kegiatan silaturahmi tersebut digelar di Kantor DPC PKS Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, dilaksanakan di masjid mbu lorong kedukan 5 ulu Palembang.
"Anggota DPRD Kota Palembang, Mgs Syaiful Padli, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun selama bulan Ramadan sebagai sarana memperkuat kebersamaan serta konsolidasi internal kader,minggu (08/03/2026).
“yang diwawancarai oleh awak media Ini sudah menjadi tradisi setiap tahun yang kami jaga untuk mempererat silaturahmi antara kader, simpatisan, dan masyarakat. Targetnya sebenarnya di atas 50 peserta, namun karena hujan jadi sedikit terkendala,” ujarnya.
"Ia menjelaskan kegiatan silaturahmi Ramadan tersebut digelar secara bergiliran di beberapa wilayah. Sebelumnya kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di wilayah Jakabaring.
“Ini momentum Ramadan yang rutin digelar setiap tahun. Hari ini kita laksanakan di Seberang Ulu I, sebelumnya di Jakabaring. Artinya kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi antara kader PKS dan masyarakat, khususnya di wilayah Seberang Ulu I,” katanya.
"Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana bagi kader dan perwakilan partai untuk melaporkan berbagai program pelayanan yang telah dilakukan kepada masyarakat.
"Beberapa program yang disampaikan di antaranya layanan ambulans gratis, bantuan kain kafan gratis, serta pendampingan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan melalui BPJS.
"Syaiful juga menyoroti persoalan BPJS yang sempat dinonaktifkan oleh pemerintah pusat terhadap jutaan peserta. Ia menyebut Pemerintah Kota Palembang saat ini mulai kembali mengaktifkan kepesertaan tersebut.
“Ada sekitar 11 juta peserta yang dinonaktifkan. Namun pemerintah kota Palembang sekarang mulai kembali mengaktifkannya,” jelasnya.
"Ia mencontohkan kasus seorang bayi yang dirawat di salah satu rumah sakit di Palembang dan membutuhkan operasi namun belum memiliki kartu BPJS.
“Tadi pagi kami menerima laporan melalui pesan pribadi. Kami langsung menghubungi Dinas Kesehatan dan mengirimkan data pasien. Alhamdulillah siang harinya kartu BPJS-nya langsung aktif sehingga biaya operasinya bisa ditanggung,” katanya.
"Syaiful mengimbau masyarakat, khususnya warga kurang mampu di Kota Palembang, agar tidak ragu memanfaatkan layanan BPJS ketika membutuhkan perawatan medis darurat.
“Kalau ada masyarakat yang sedang dirawat di IGD atau rumah sakit dan belum punya BPJS atau tidak aktif, jangan langsung pakai biaya umum. Ada kesempatan sekitar 3x4 jam bagi rumah sakit untuk memberi waktu kepada pasien mengurus BPJS,” jelasnya.
"Menurutnya, dengan mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS, masyarakat tidak perlu lagi mengeluarkan biaya pribadi untuk pengobatan yang sebenarnya dapat ditanggung oleh program pemerintah.
“Seperti tadi, harusnya operasi menggunakan dana pribadi karena BPJS-nya tidak aktif, Setelah diurus dan diaktifkan, akhirnya bisa gratis karena ditanggung pemerintah,” pungkasnya.
(Ah)

0 Komentar