Aksi Amuk Masa Menewaskan Diduga Pelaku Curanmor Dikampung Sunsang, Kecamatan Negeri Agung, Way Kanan.

 


Way Kanan ll Cakrawalanews.net


Seorang pria tanpa identitas yang diduga sebagai pelaku pencurian sepeda motor tewas setelah diamuk massa di Kampung Sunsang, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan,

Selasa,17-03-2026.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim media Cakrawanews.net., peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Aksi pelaku diketahui oleh korban hendak melarikan satu unik sepeda motor miliknya. kemudian korban melakukan pengejaran hingga pelaku berhasil ditangkap.


Aksi main hakim sendiri kembali memakan korban jiwa di Wilayah Hukum Polres Way Kanan. Seorang pria tanpa identitas yang diduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tewas mengenaskan setelah diamuk warga di Kampung Sunsang, Kecamatan Negeri Agung, Selasa 17 Maret /2026 sekitar pukul 18.00 WIB.


Diduga Maling Motor, Pria Tanpa Identitas di Way Kanan Tewas Diamuk Massa


Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus terduga pelaku kejahatan yang tewas di tangan massa di kabupaten tersebut, mengulang tragedi serupa yang terjadi di Kecamatan Bumi Agung pada Februari tahun lalu.


Saat dikonfirmasi seseorang warga yang enggan disebutkan namanya, informasi yang dihimpun tim media. aksi massa tersebut., bermula saat korban memergoki pelaku tengah mencoba membawa lari sepeda motor miliknya. Korban melakukan pengejaran hingga terjadi duel jarak dekat.


“Pelaku dan korban sempat baku hantam. Warga yang melihat kemudian berdatangan untuk membantu korban. Namun situasi menjadi tidak terkendali, Terduga pelaku dilaporkan tewas akibat pendarahan hebat di bagian kepala, sementara korban mengalami luka bacok di bagian tangan dan kepala korban",ujarseorangwarga.


Mengulang Tragedi Bumi Agung


Kejadian di Negeri Agung tersebut, memiliki pola yang hampir identik dengan peristiwa yang terjadi pada Minggu 16 Februari 2025 tahun lalu di Dusun Bukit Mundur, Kampung Bumi Agung. Saat itu, seorang pria berinisial RC (39), warga Kurungan Nyawa, OKU Timur, juga tewas setelah diamuk massa.


Kala itu, Kapolres Way Kanan, AKBP Adanan Mangopang, menjelaskan bahwa RC tertangkap setelah terjatuh saat mencoba melarikan diri menggunakan motor Yamaha NMAX milik korban. Meski sempat menodongkan senjata api rakitan untuk mengancam korban, RC akhirnya tak berdaya saat terkepung massa di Dusun Mbuluh, Kampung Sukamaju.


Kondisi RC saat dievakuasi polisi tahun lalu sangat memprihatinkan; tangan dan kakinya terikat dalam keadaan telungkup dengan luka di sekujur tubuh sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Puskesmas Bumi Agung. Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senpi rakitan dengan 5 butir amunisi kaliber 5.56.


Jangan Main Hakim Sendiri


Berulang berjatuhannya korban jiwa akibat aksi massa memicu keprihatinan, Pihak Kepolisian Polri, Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., melalui Kapolres Way Kanan, AKBP. Didik Kurnianto, S.I.K., Kembali mengingatkan masyarakat untuk menahan diri dan tidak mengambil tindakan hukum di tangan sendiri.


“Kami segenap Pihak Kepolisian Polres Way Kanan khususnya, mengimbau masyarakat supaya tetap menghargai, menghormati Proses Hukum RI., Sekalipun itu pelaku kejahatan, tetap berlaku asas praduga tak bersalah. Ada konsekuensi hukum yang serius bagi pelaku main hakim sendiri,” tegas Kapolres dalam keterangannya.


Saat ini, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) setempat telah mengamankan lokasi kejadian di Kampung Sunsang dan tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi pelaku serta mendalami unsur pidana dalam aksi pengeroyokan tersebut.


(Supriadi)

0 Komentar